Video memperlihatkan adu mulut panas antara petugas pengamanan stasiun dengan seorang pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Angke, Jakarta Barat, mendadak viral di media sosial. Pihak PT KAI Commuter Indonesia (KCI) langsung angkat bicara meluruskan kronologi sebenarnya dari insiden tersebut.
Peristiwa ini bermula pada Kamis (3/9/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB, ketika petugas pengamanan yang berjaga di area penyeberangan (crossing) peron 2–3 Stasiun Angke menegur seorang penumpang yang nekat duduk di tangga peron.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa tindakan penumpang tersebut berpotensi mengganggu arus (flow) pergerakan penumpang lain yang hendak naik ke dalam kereta.
“Petugas menegur dan mengimbau pengguna tersebut agar tidak duduk di area tangga stasiun demi kelancaran bersama. Teguran ini bahkan sudah disampaikan hingga tiga kali, namun tidak diindahkan oleh yang bersangkutan,” terang Leza dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).
Situasi memanas setelah petugas menyelesaikan jam dinasnya. Petugas tersebut kembali mendatangi penumpang lantaran merasa tersinggung atas lontaran ujaran rasis serta ejekan yang ditujukan kepadanya saat peneguran berlangsung.
Adu mulut pun tak terhindarkan hingga memicu kegaduhan di area stasiun, sebelum akhirnya berhasil dilerai oleh personel pengamanan lain yang tengah bertugas.
Petugas Diperiksa, KCI Tegaskan Pelayanan Humanis
Merespons insiden tersebut, pihak manajemen KCI bergerak cepat melakukan penanganan internal terhadap petugas yang terlibat.
“Petugas yang bersangkutan saat ini sedang diperiksa dan diberikan pembinaan mendalam agar tetap mengedepankan kesabaran serta sikap humanis dalam memberikan pelayanan. Apabila dalam hasil pemeriksaan terbukti ada pelanggaran prosedur kerja, sanksi tegas akan dijatuhkan,” tegas Leza.
KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna jasa untuk senantiasa mematuhi petunjuk serta arahan petugas di lapangan demi menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan bersama di area stasiun. Pihaknya juga berkomitmen memperketat pembinaan rutin bagi seluruh garda terdepan (frontliner) agar selalu profesional saat menghadapi situasi di lapangan.