JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan penguatan standar operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027.
Langkah tersebut mencakup pembenahan dapur SPPG, peningkatan kemampuan petugas, penguatan pasokan bahan pangan, hingga pengawasan mutu makanan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi BGN membangun sistem pemenuhan gizi nasional yang lebih terukur, aman, dan berkelanjutan.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan rencana tersebut saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9).
Dalam forum itu, Sudaryono memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran BGN Tahun 2027 yang tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi.
Menurutnya, anggaran juga diarahkan untuk memperkuat berbagai unsur pendukung MBG, mulai dari sistem informasi hingga edukasi kepada masyarakat.
Komponen lainnya meliputi kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pengawasan, pemantauan, serta pembenahan tata kelola penyelenggaraan program.
“BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional,” ujar Mas Dar.
Untuk mendukung penguatan tersebut, BGN menyiapkan anggaran Rp373,3 miliar bagi kegiatan non-MBG dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional pada 2027.
Dana tersebut akan mendukung standardisasi dapur SPPG, pelatihan penjamah makanan, penguatan rantai pasok, serta pengawasan keamanan pangan.
Pengawasan mutu juga akan dilakukan di seluruh wilayah kerja BGN agar pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih konsisten dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Besarnya cakupan program membuat standardisasi menjadi kebutuhan penting, terutama karena layanan MBG akan menjangkau penerima manfaat di berbagai daerah.
Pada 2027, BGN menargetkan MBG menjangkau 72.464.886 penerima manfaat dari kelompok peserta didik hingga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Jumlah tersebut mencakup 60.599.777 peserta didik pada berbagai jenjang pendidikan serta 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dengan target penerima yang mencapai puluhan juta orang, kualitas pengolahan dan distribusi makanan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan MBG.
Karena itu, BGN terus mendorong penerapan standar yang seragam agar keamanan pangan dan kualitas makanan tetap terjaga di setiap SPPG.
Sudaryono mengatakan rancangan anggaran 2027 disusun untuk menjaga kesinambungan sekaligus meningkatkan efektivitas layanan pemenuhan gizi nasional.
Penguatan berbagai komponen pendukung diharapkan membuat kapasitas BGN semakin siap menghadapi perluasan cakupan Program MBG.
“Dengan kata lain, BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional,” pungkas Mas Dar.***