KALTIM — Borneo FC meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) lebih fleksibel dalam menyusun jadwal kompetisi domestik, terutama bagi klub yang harus menjalani pertandingan di level internasional.
Manajer Borneo FC Dandri Dauri menilai kepadatan jadwal pertandingan dapat menjadi persoalan serius bagi klub yang harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan turnamen Asia. Minimnya waktu pemulihan pemain dinilai berpotensi memengaruhi kondisi fisik sekaligus performa tim saat bertanding.
Karena itu, Dandri berharap regulator kompetisi tidak menerapkan jadwal secara kaku. Menurut dia, klub yang tampil di kompetisi internasional tidak hanya membawa kepentingan masing-masing tim, tetapi juga mewakili Indonesia di level regional.
“Jangan juga teman-teman PT Liga dan PSSI kaku soal jadwal, kita mewakili Indonesia. Maka hendaknya ada toleransi jadwal supaya kita (bermain) bagus,” ujar Dandri.
Permintaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan klub untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup di tengah padatnya agenda pertandingan. Bagi tim yang tampil di dua ajang sekaligus, pengaturan jarak antarpertandingan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesiapan pemain.
Dandri menilai fleksibilitas jadwal diperlukan agar klub dapat mempersiapkan skuad secara optimal ketika harus tampil di kompetisi internasional. Dengan waktu pemulihan yang lebih memadai, pemain diharapkan dapat menjaga kondisi fisik dan konsentrasi saat menjalani pertandingan.
Menurutnya, penyesuaian jadwal juga tidak semata-mata berkaitan dengan kepentingan klub. Tim yang bertanding di kompetisi Asia membawa nama sepak bola Indonesia sehingga performa mereka turut menjadi bagian dari representasi Indonesia di kancah regional.
Atas dasar itu, Borneo FC berharap PSSI dan PT LIB dapat membuka ruang komunikasi dengan klub-klub peserta untuk mencari pengaturan jadwal yang lebih adaptif. Penyesuaian terutama diperlukan bagi tim yang harus menjalani agenda kompetisi domestik sekaligus pertandingan internasional.
Dengan jadwal yang lebih fleksibel, klub diharapkan memiliki kesempatan untuk mengatur pemulihan pemain dan mempersiapkan pertandingan secara lebih optimal tanpa harus mengorbankan kewajiban mereka di kompetisi domestik.