JAKARTA – Sejumlah perjalanan KRL Commuter Line lintas Bogor mengalami penyesuaian pada September 2026. Kondisi tersebut terjadi karena KAI Commuter tengah melakukan pemeliharaan rutin terhadap rangkaian kereta yang melayani rute Bogor.
Penyesuaian perjalanan tersebut mendapat perhatian dari Komisi V DPR RI. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta KAI Commuter Indonesia atau KCI menyiapkan rangkaian kereta cadangan agar kegiatan perawatan tidak berdampak besar terhadap pelayanan penumpang.
Menurut Lasarus, pemeliharaan sarana merupakan bagian penting untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta. Namun, kegiatan tersebut seharusnya sudah diantisipasi dengan ketersediaan rangkaian pengganti.
“Kalau mau ada pemeliharaan kan harus ada kereta cadangan,” ujar Lasarus kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Pemeliharaan Dilakukan untuk Menjaga Keselamatan
KAI Commuter melakukan pemeliharaan terhadap rangkaian KRL sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi sarana tetap layak digunakan. Perawatan menjadi hal penting mengingat tingginya mobilitas pengguna Commuter Line Jabodetabek setiap hari.
Sebelumnya, KAI Commuter juga menjelaskan bahwa penggantian dan perawatan sarana dilakukan setelah mempertimbangkan aspek keselamatan serta kelayakan operasional.
Pada Juni 2026, misalnya, KAI Commuter mulai mengoperasikan tiga rangkaian KRL baru di lintas Bogor dan Cikarang. Kehadiran rangkaian tersebut digunakan untuk menggantikan sarana yang sebelumnya beroperasi, bukan untuk menambah jadwal perjalanan.
Lintas Bogor Jadi Salah Satu yang Terpadat
Lintas Bogor merupakan salah satu jalur dengan tingkat penggunaan tinggi dalam jaringan Commuter Line Jabodetabek. KAI Commuter mencatat rata-rata volume pengguna lintas Bogor mencapai sekitar 406.211 orang per hari.
Tingginya jumlah penumpang membuat perubahan jadwal pada lintas tersebut berpotensi berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang menggunakan KRL untuk bekerja, sekolah, maupun kegiatan lainnya.
Karena itu, Komisi V meminta KAI Commuter tidak hanya fokus pada proses pemeliharaan, tetapi juga memastikan ketersediaan sarana pengganti ketika ada rangkaian yang harus menjalani perawatan.
Belasan Perjalanan Sempat Dibatalkan
Sebelumnya, KAI Commuter juga melakukan pembatalan terhadap 12 perjalanan KRL lintas Bogor. Sejumlah perjalanan yang terdampak antara lain relasi Bogor–Jakarta Kota, Bogor–Manggarai, Cilebut–Jakarta Kota, hingga Jakarta Kota–Depok.
KAI Commuter mengimbau penumpang untuk memperhatikan informasi perjalanan terbaru dan mengikuti arahan petugas di stasiun maupun di dalam kereta.
Situasi tersebut membuat masyarakat yang mengandalkan KRL perlu menyesuaikan waktu perjalanan dan memantau informasi operasional sebelum berangkat.
DPR Minta Pelayanan Tetap Terjaga
Komisi V DPR menilai pemeliharaan sarana tetap harus dilakukan demi keselamatan penumpang. Namun, ketersediaan kereta cadangan dinilai penting agar proses perawatan tidak menyebabkan berkurangnya layanan secara signifikan.
Dengan tingginya jumlah pengguna pada lintas Bogor, kesiapan sarana pengganti menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan KAI Commuter. Harapannya, perawatan rutin dapat tetap berjalan tanpa mengorbankan kebutuhan mobilitas masyarakat pengguna KRL.