DEPOK – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperkuat edukasi keamanan siber bagi pelajar melalui kegiatan kunjungan industri SMKN 1 Ngawen.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BSSN Sawangan, Depok, Selasa (8/9/2026), dengan melibatkan 40 siswa dari Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan.
Para pelajar mendapat wawasan tentang pentingnya menjaga keamanan data serta mengenali risiko yang dapat muncul selama menggunakan internet dan media sosial.
Materi keamanan siber disampaikan Hizkia Manahem Tandungan, S.Tr.Kom., Sandiman pada Direktorat Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN.
Dalam pemaparannya, BSSN membahas sejumlah ancaman digital yang dekat dengan kehidupan pelajar, mulai dari cyberbullying hingga phishing.
Pelajar juga diajak memahami pentingnya jejak digital karena aktivitas yang dilakukan di internet dapat meninggalkan rekam informasi dalam jangka panjang.
BSSN mengingatkan siswa agar lebih berhati-hati ketika menerima tautan atau pesan yang tidak dikenal dan tidak sembarangan memberikan data pribadi.
Sikap kritis menjadi salah satu kunci agar pelajar mampu membedakan informasi aman dari berbagai bentuk jebakan digital yang berpotensi merugikan.
Selain menjaga keamanan data, siswa didorong untuk mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah maupun membagikan konten melalui media sosial.
Edukasi tersebut diharapkan membentuk kebiasaan digital yang lebih aman, cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda.
BSSN menilai pemahaman mengenai cyberbullying, phishing, dan jejak digital penting sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang siber.
Program edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya BSSN membangun sumber daya manusia yang memiliki kesadaran dan ketangguhan menghadapi ancaman keamanan siber.
Literasi keamanan siber di lingkungan pendidikan juga menjadi langkah penting untuk menciptakan ruang digital Indonesia yang lebih aman, sehat, dan bertanggung jawab.***