BANDUNG — Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah di Jawa Barat yang masuk kategori Awas kekeringan meteorologis berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Status tersebut berlaku pada periode 11 hingga 20 September 2026.
Selain Bogor, BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat mencatat 12 kabupaten dan kota lainnya juga berada dalam kategori Awas. Wilayah tersebut yakni Kabupaten Bekasi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Sumedang.
Status Awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam pemetaan kekeringan meteorologis yang dilakukan BMKG. Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan curah hujan dan periode tanpa hujan yang perlu mendapat perhatian.
Untuk periode yang sama, dua daerah lainnya di Jawa Barat berada pada kategori Siaga, yakni Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, tidak terdapat wilayah yang masuk kategori Waspada.
Penetapan status tersebut didasarkan pada hasil pemantauan curah hujan harian serta jumlah hari tanpa hujan di masing-masing wilayah.
Kondisi kekeringan meteorologis berpotensi memengaruhi ketersediaan air apabila berlangsung dalam periode yang lebih panjang. Dampaknya dapat dirasakan masyarakat, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan air serta aktivitas pertanian.
Karena itu, masyarakat di Kabupaten Bogor dan wilayah lain yang masuk kategori Awas maupun Siaga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan berkurangnya ketersediaan air.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan terus mengikuti perkembangan informasi cuaca serta iklim melalui kanal resmi BMKG.