Keluarga Faturrohman (18), korban pengeroyokan dalam kericuhan pascademonstrasi di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, meyakini bahwa tiga tersangka yang ditangkap Polda Metro Jaya terkait tewasnya Bambang Setiawan (59) merupakan komplotan yang sama yang mengeroyok Fatur.
Sebelumnya, tim penyidik Polda Metro Jaya berhasil membekuk tiga tersangka berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29) di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Jumat (11/9/2026) malam.
Pendamping keluarga sekaligus guru Fatur, Fahmi, menjelaskan bahwa keyakinan tersebut didasarkan pada kecocokan rekaman video amatir warga, analisis pergerakan massa di lokasi kejadian, serta kesamaan pakaian yang dikenakan para pelaku saat mengejar Fatur dan mengeroyok Bambang.
“Meskipun rilis awal kepolisian fokus pada kasus Pak Bambang, kami meyakini pelakunya orang yang sama. Sebelum Pak Bambang diserang, Fatur lebih dahulu menjadi sasaran amuk massa. Ciri-ciri gerakan dan kaos yang dipakai saat mengejar Fatur sama persis,” ungkap Fahmi saat ditemui di Pejompongan, Minggu (13/9/2026).
Ciri Pakaian Identik dan Bukti Video Amatir
Fahmi membeberkan bahwa berdasarkan pengamatan warga sekitar dan bukti rekaman video di lokasi, salah satu tersangka terlihat mengenakan pakaian yang identik dalam dua kejadian beruntun tersebut.
“Masyarakat di lokasi melihat arah pergerakannya sama. Di dalam video beberapa pelaku sangat dikenali. Ada yang kaosnya sama persis saat mengejar Fatur, meskipun saat aksi pengeroyokan Pak Bambang dia tampak sudah berganti helm,” jelasnya.
Meski meyakini keterlibatan ketiga tersangka, pihak keluarga Fatur memilih untuk tidak melayangkan laporan atau tuntutan terpisah secara hukum. Keluarga sepenuhnya menyerahkan pengembangan perkara kepada penyidik Polda Metro Jaya dan kini berfokus pada pemulihan kondisi fisik serta mental Fatur yang sempat mengalami trauma berat.
Pengungkapan Polda Metro Jaya dan Motif Pelaku
Secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengonfirmasi bahwa penangkapan FP, DS, dan DDS merupakan hasil analisis komprehensif menggunakan rekaman CCTV, rekaman video amatir warga, pelacakan sidik jari, hingga olah TKP lanjutan.
“Keberadaan tiga terduga pelaku berhasil kami amankan di wilayah Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB,” ujar Kombes Iman Imanuddin.
Hasil pemeriksaan mengonfirmasi bahwa ketiga tersangka bukan anggota ormas tertentu, melainkan warga pekerja serabutan. Polisi membeberkan motif pengeroyokan didasari rasa emosi spontan lantaran aktivitas pekerjaan harian mereka terganggu akibat situasi kericuhan di kawasan Pejompongan.