MOSKOW, RUSIA — Indonesia mulai memperkuat strategi penetrasi pasar Eurasia dengan mempertemukan pelaku usaha nasional dan calon mitra dagang dari Rusia serta negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).
Langkah tersebut dilakukan melalui Indonesia–EAEU Business Gathering yang digelar Kementerian Luar Negeri RI bersama KBRI Moskow di sela penyelenggaraan World Food Moscow 2026 pada 16 September 2026.
Forum bisnis tersebut menjadi bagian dari persiapan dunia usaha Indonesia dalam menyambut implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang berpotensi memperluas akses produk Indonesia ke pasar Rusia dan kawasan Eurasia.
Pertemuan itu mempertemukan perusahaan Indonesia dengan calon pembeli, importir, distributor, serta mitra usaha dari Rusia dan negara-negara anggota EAEU untuk mengidentifikasi peluang perdagangan yang dapat segera dikembangkan.
Pemerintah Indonesia mendorong pelaku usaha agar tidak menunggu hingga perjanjian perdagangan mulai berlaku untuk membangun jaringan bisnis, memahami karakter pasar, dan memetakan kebutuhan konsumen di kawasan Eurasia.
Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa keterlibatan sektor swasta sejak tahap awal diperlukan agar peluang yang lahir dari I–EAEU FTA dapat diterjemahkan menjadi kerja sama bisnis yang konkret.
Sosialisasi mengenai perjanjian perdagangan tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan pemahaman perusahaan Indonesia mengenai potensi pasar, calon mitra, serta peluang ekspor yang tersedia di kawasan EAEU.
Momentum World Food Moscow 2026 turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk Indonesia karena enam perusahaan nasional ambil bagian dalam pameran pangan dan minuman tersebut.
Kehadiran perusahaan Indonesia memberikan ruang bagi produsen nasional untuk mempromosikan produk makanan dan minuman sekaligus melakukan kontak langsung dengan calon pembeli serta distributor di Rusia dan kawasan Eurasia.
Selain mempertemukan pelaku usaha, kegiatan tersebut juga memperkenalkan Indonesia–Europe Business Forum (IEBF) dan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai sarana lanjutan untuk memperluas penjajakan perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi business matching dan networking yang menghasilkan sejumlah penjajakan kerja sama potensial di bidang rempah-rempah, minuman, serta makanan olahan.
Peluang yang teridentifikasi dalam pertemuan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh pelaku usaha bersama pemangku kepentingan terkait guna membuka peluang transaksi dan kemitraan yang lebih konkret.
Dari sisi kebijakan perdagangan, I–EAEU FTA telah ditandatangani pada 21 Desember 2025, sedangkan Indonesia telah meratifikasi perjanjian tersebut melalui Peraturan Presiden.
Saat ini, proses administratif menuju pemberlakuan perjanjian masih berlangsung sehingga dunia usaha didorong melakukan persiapan lebih awal untuk memanfaatkan peluang akses pasar ketika kesepakatan mulai diterapkan.
Dengan persiapan tersebut, produk unggulan Indonesia seperti rempah-rempah, minuman, dan makanan olahan berpeluang menjadi bagian dari upaya memperluas pasar ekspor nasional ke Rusia dan kawasan EAEU.***