NEW YORK, AS – Menteri Luar Negeri RI Sugiono memperkuat diplomasi Indonesia melalui sejumlah pertemuan bilateral di sela High-Level Week SMU PBB ke-81.
Agenda tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas kemitraan, membahas isu global, serta memastikan kerja sama internasional menghasilkan manfaat konkret.
Pada Selasa (22/9), Sugiono bertemu Menlu Inggris Ed Miliband dan Menlu Belanda Tom Berendsen secara bilateral.
Sugiono juga menggelar pull-aside meeting dengan Menlu Jerman Johann Wadephul saat pembukaan Debat Umum SMU PBB ke-81.
“Berbagai pertemuan tersebut membahas upaya penguatan hubungan bilateral, serta berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Indonesia akan terus mendorong agar berbagai potensi kerja sama yang ada dapat ditindaklanjuti dan memberikan manfaat konkret bagi pembangunan dan masyarakat Indonesia,” ujar Menlu Sugiono.
Bersama Inggris, Indonesia membahas penguatan hubungan melalui kerangka New Strategic Partnership yang diarahkan pada kerja sama yang lebih erat.
Kedua negara berkomitmen mempercepat pelaksanaan kemitraan strategis tersebut agar hubungan bilateral semakin kuat dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Dengan Jerman, Sugiono membahas penguatan hubungan bilateral menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman pada 2027.
Pertemuan dengan Belanda turut membahas peningkatan kerja sama dalam berbagai forum multilateral, termasuk isu Palestina yang menjadi perhatian bersama.
Sugiono dan Berendsen kemudian mengikuti pertemuan trilateral bersama UN Under-Secretary-General for Peace Operations Jean-Pierre Lacroix.
Pertemuan tersebut membahas penguatan operasi pemeliharaan perdamaian PBB serta persiapan UN Peacekeeping Ministerial 2027 di Jakarta.
Indonesia dan Belanda dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama pertemuan tingkat menteri tersebut pada 2027.
Selain bertemu sejumlah mitra, Sugiono menerima permohonan pertemuan dari Rebeca Grynspan, kandidat Sekretaris Jenderal PBB yang diusung Kosta Rika.
Pertemuan dengan Grynspan menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai tantangan global serta masa depan dan penguatan peran PBB.
Dalam agenda diplomatiknya, Sugiono juga menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030.
Sugiono turut berinteraksi dengan sejumlah negara dan mitra Indonesia saat pembukaan Debat Umum SMU PBB ke-81.
Mitra yang ditemui antara lain Brunei Darussalam, Laos, Romania, Belarus, Kirgistan, Mongolia, Kanada, Kolombia, serta Uni Eropa.
Rangkaian agenda tersebut menunjukkan intensitas diplomasi Indonesia dalam memanfaatkan High-Level Week SMU PBB ke-81.
Melalui jalur bilateral dan multilateral, Indonesia mendorong perluasan kemitraan sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat global.***