JAKARTA – Kebiasaan mengonsumsi makanan asin ternyata perlu diwaspadai karena dapat berhubungan dengan meningkatnya tekanan darah. Kondisi hipertensi kemudian menjadi salah satu faktor risiko penting untuk penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.
Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, mengatakan hipertensi kini menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular di Indonesia.
“Dulu, mungkin 5 tahun 10 tahun yang lalu, faktor risiko nomor satu itu merokok. Sekarang bergeser, nomor satu hipertensi. Karena orang Indonesia suka makan asin, kan,” kata Ade dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Garam Berlebih Bisa Menaikkan Tekanan Darah
Asupan natrium yang terlalu tinggi dapat meningkatkan tekanan darah. Jika berlangsung dalam jangka panjang, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 miligram natrium atau setara dengan kurang dari 5 gram garam per hari, kira-kira satu sendok teh.
Kementerian Kesehatan juga menetapkan anjuran konsumsi garam maksimal 5 gram atau sekitar satu sendok teh per orang setiap hari.
Bukan Cuma Garam Dapur
Asupan natrium tidak hanya berasal dari garam yang ditambahkan ketika memasak. Natrium juga dapat ditemukan dalam makanan olahan dan berbagai bumbu, seperti kecap asin, saus, kaldu serta makanan ringan kemasan.
Karena itu, seseorang bisa mengonsumsi natrium dalam jumlah tinggi tanpa merasa menambahkan banyak garam pada makanannya. WHO juga mencatat tingginya konsumsi natrium sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.
Penyakit Jantung Mulai Menyerang Usia Produktif
Ade juga menyoroti perubahan kelompok usia yang terkena faktor risiko penyakit kardiovaskular. Menurutnya, masalah seperti hipertensi dan kolesterol tidak hanya menjadi persoalan kelompok lansia.
Ia menyebut kasus serangan jantung banyak ditemukan pada rentang usia 20-45 tahun dengan mayoritas pasien laki-laki. Ade juga mengatakan satu dari tiga orang di Indonesia mengalami hipertensi.
Karena itu, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol secara berkala dinilai penting, termasuk bagi masyarakat usia produktif.
Kurangi Makanan Asin Mulai Sekarang
Mengurangi asupan garam tidak berarti harus menghilangkan rasa dari makanan. Langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi makanan tinggi natrium, mengurangi penggunaan garam dan bumbu asin, serta lebih memperhatikan label kandungan natrium pada produk kemasan.
WHO menyebut pengurangan konsumsi natrium dapat membantu menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.
Dengan membatasi konsumsi garam hingga kurang dari 5 gram sehari dan menerapkan pola makan seimbang, risiko akibat tekanan darah tinggi dapat ditekan.