JAKARTA – Pemerintah memperluas Gerakan Gentengisasi dengan mengirimkan 500.000 keping genteng produksi Plered, Purwakarta, Jawa Barat, ke sejumlah daerah.
Pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali industri genteng nasional sekaligus memperbesar pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Sebanyak 125 truk mengangkut genteng dari kawasan Pasar Citeko, Plered, pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Pelepasan armada dilakukan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Maruarar mengatakan program tersebut merupakan arahan Presiden sekaligus bentuk dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan UMKM produsen genteng.
“Gentengisasi ini merupakan arahan Presiden dan kita ingin program ini juga memberikan manfaat bagi UMKM genteng.”
“Terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu para UMKM untuk mengurus sertifikasi SNI dan sertifikat keandalan,” ujar Menteri Ara dalam keterangan tertulis, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurut Maruarar, sertifikasi menjadi bagian penting untuk memastikan genteng yang beredar memenuhi standar kualitas dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.
“Jadi kualitas gentengnya terjaga, UMKM-nya bergerak. Tetapi konsumennya juga terlindungi,” katanya.
Tito Karnavian menilai penggunaan genteng memiliki sejumlah manfaat bagi kenyamanan penghuni rumah, termasuk dalam meredam suara hujan.
“Kalau menggunakan genteng, rumah lebih sejuk dan ketika hujan tidak terlalu bising. Dari sisi keindahan juga lebih baik. Genteng tanah liat juga merupakan produk yang khas dari Indonesia,” kata Tito.
Menurut Tito, peningkatan permintaan genteng dapat memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat di sentra produksi.
“Program ini juga bisa menghidupkan kembali sentra-sentra genteng di Indonesia, termasuk Plered. Kalau industrinya bergerak, ekonomi ikut bergerak, lapangan kerja juga terbuka, mulai dari pengrajin genteng sampai para pengemudi yang mengangkutnya,” ujarnya.
Tito menyebut sekitar 13 juta rumah di Jawa Barat atau 87 persen telah menggunakan genteng sebagai material atap.
Pemerintah akan terus mendorong penggunaan genteng, terutama di daerah yang kondisi geografisnya mendukung pemakaian material tersebut.
Dukungan terhadap program juga datang dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang melihat Gentengisasi sebagai peluang meningkatkan kapasitas produksi pengrajin lokal.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein turut mengapresiasi dukungan perbankan yang membantu membuka akses pembiayaan bagi pengusaha genteng Plered.
Program Gentengisasi tidak berhenti di Plered dan akan diperluas menuju sejumlah kawasan yang menjadi sentra produksi genteng nasional.
Kementerian PKP bersama pemerintah daerah juga menjadwalkan peluncuran 2,4 juta keping genteng di Majalengka pada 8 November 2026.
Perluasan distribusi tersebut diharapkan mempertemukan produksi UMKM dengan kebutuhan material atap sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah.***