PARIS — Zinedine Zidane menyiapkan sejumlah perubahan dalam susunan pemain Prancis saat menghadapi Belgia di Nations League pada Selasa (6/10/2026) pukul 01.45 WIB.
Pelatih Prancis itu ingin menjaga posisi timnya di puncak Grup A1 melalui strategi rotasi yang tetap kompetitif.
Zidane mendapat hasil imbang 1-1 ketika Prancis menjamu Italia di Stade de France pada pertandingan sebelumnya.
Hasil tersebut membuat Prancis harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan persaingan di papan atas klasemen grup.
Belgia juga menjadi lawan berbahaya setelah mengalahkan Turki 3-0 pada pertandingan terakhirnya.
Sebelumnya, Belgia kalah 0-1 dari Prancis ketika kedua tim bertemu di Brussels.
Belgia kini mengoleksi enam poin dan berada di posisi kedua klasemen Grup A1.
Mengutip laporan ESPN, Minggu (4/10/2026), Prancis menghadapi persoalan tambahan karena Kylian Mbappe absen akibat cedera lutut yang dialaminya.
Bek Dayot Upamecano juga tidak dapat bermain karena menjalani hukuman setelah mendapat kartu merah saat melawan Italia.
Kondisi tersebut membuat Zidane kembali harus mengandalkan kedalaman skuad Prancis untuk menghadapi Belgia.
“Akan ada perubahan, itu sudah pasti. Ini pertandingan keempat kami dan kami tidak bisa melakukan semuanya begitu saja. Kami akan melakukan perubahan yang cerdas, dan yang terpenting, kami melakukannya agar tetap kompetitif.”
Zidane menilai rotasi bukan sekadar pilihan teknis, tetapi juga cara menjaga persaingan sehat di dalam tim.
Menurutnya, setiap pemain harus merasa memiliki kesempatan sekaligus bertanggung jawab terhadap performa Prancis.
“Ini untuk menunjukkan bahwa kami semua terlibat dan seluruh pemain berkomitmen kepada tim ini, sekaligus membuktikan adanya persaingan yang tinggi dalam tim nasional Prancis.”
Zidane mengaku menikmati tantangan sebagai pelatih tim nasional setelah menggantikan Didier Deschamps.
Deschamps sebelumnya menangani Prancis selama 14 tahun sebelum meninggalkan jabatannya setelah Piala Dunia.
Mantan bintang Real Madrid itu mengatakan tekanan sebagai pelatih justru membuatnya semakin bersemangat.
“Saya selalu merasakan hal itu dan saya menyukainya. Saya senang merasakan ketegangan tersebut, saya menikmatinya.”
Namun, Zidane menyebut kebahagiaan terbesar tetap berasal dari aktivitasnya bersama para pemain Prancis.
“Hal yang paling saya cintai adalah apa yang saya lakukan, yaitu bersama para pemain dan kelompok ini. Itulah yang saya nikmati.”
Zidane juga menegaskan tuntutan terhadap dirinya tidak berubah meski pola kerja di tim nasional berbeda dengan klub.
“Tuntutannya tetap sama, tetapi pekerjaan bersama tim nasional berbeda dengan pekerjaan di level klub.”
Ia mengaku menikmati 15 hari bersama skuad Prancis meski harus segera mengakhiri masa pemusatan latihan.
“Sangat menyenangkan menghabiskan 15 hari bersama para pemain, dan saya merasa frustrasi karena periode ini akan berakhir. Kami masih punya satu usaha terakhir untuk meninggalkan kamp dengan bahagia.”
Di sisi lain, Belgia juga kehilangan dua pemain penting menjelang duel tersebut.
Kevin De Bruyne dan kapten Youri Tielemans dipastikan absen karena menjalani hukuman larangan bermain.
Meski Belgia kehilangan dua pemain berpengalaman, Zidane tetap menilai lawannya memiliki kualitas yang mampu menyulitkan Prancis.
“Mereka bermain sangat baik pada pertandingan pertama melawan kami dan membuat kami menghadapi kesulitan secara taktik.”
Zidane menilai Belgia mempunyai kemampuan menyerang dan bertahan yang kuat secara kolektif maupun individual.
“Mereka mampu melakukan banyak hal. Saat menghadapi Turki, mereka juga memberikan banyak masalah kepada lawannya. Mereka kuat secara kolektif dan individual.”
Duel Prancis kontra Belgia pun menjadi ujian penting bagi Zidane untuk membuktikan efektivitas rotasi skuadnya.
Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebugaran pemain dan ambisi Prancis mempertahankan posisi teratas.***