WUHAN – Iga Swiatek melangkah ke babak ketiga Wuhan Open 2026 setelah menundukkan sesama petenis Polandia, Magdalena Frech, dengan skor meyakinkan 6-2, 6-1 pada Rabu (14/10/2026).
Kemenangan tersebut memperbesar peluang Swiatek mengamankan tiket ke WTA Finals 2026, turnamen penutup musim yang mempertemukan delapan petenis tunggal putri terbaik dunia.
Bertanding di Optics Valley International Tennis Center, Wuhan, Swiatek membukukan kemenangan ke-40 sepanjang musim WTA Tour 2026.
Hasil positif itu juga menambah koleksi kemenangannya di turnamen kategori WTA 1000 menjadi 149 sejak level kompetisi tersebut diperkenalkan pada 2009.
Swiatek kini melampaui Serena Williams yang mengoleksi 148 kemenangan di level WTA 1000, sekaligus menempati peringkat ketujuh dalam daftar petenis dengan kemenangan terbanyak pada kategori tersebut.
Swiatek Akui Pertandingan Tidak Mudah
Meski menang dalam dua set langsung, Swiatek menilai pertandingan melawan Frech berlangsung lebih menantang daripada yang terlihat dari skor akhir.
Petenis berusia 25 tahun itu juga mengungkapkan kegembiraannya karena akhirnya mendapat kesempatan bermain di lapangan utama Wuhan Open.
“Pada awal pertandingan, saya bermain poin demi poin. Namun, saya senang karena mulai mengurangi kesalahan dan memanfaatkan peluang hingga pertandingan berakhir,” ujar Swiatek.
Keberhasilannya mengatasi Frech memperpanjang catatan positif Swiatek saat menghadapi petenis di luar 50 besar dunia.
Sepanjang musim ini, ia telah memenangkan 19 dari 21 pertandingan melawan pemain di luar kelompok 50 besar, dengan dua kekalahan masing-masing dari Maria Sakkari di Doha dan Zheng Qinwen pada US Open.
Swiatek juga mempertahankan konsistensinya dengan membukukan sedikitnya 40 kemenangan dalam lima musim berturut-turut.
WTA Finals 2026 Masih Jadi Target
Di balik deretan kemenangan tersebut, Swiatek mengakui musim 2026 menjadi periode paling sulit dalam perjalanan karier profesionalnya.
Ia menilai setiap musim memiliki tantangan tersendiri sehingga tidak ada formula tunggal untuk menjaga performa dan meraih gelar secara konsisten.
“Pelajaran terbesar mungkin adalah memahami bahwa tidak ada yang akan datang dengan mudah. Ketika saya mengalami masa-masa sulit, tiba-tiba saya memenangkan sesuatu dan merasa sangat baik,” ujarnya.
Pengalaman menghadapi berbagai kesulitan membuat Swiatek ingin membangun ketahanan mental yang lebih kuat, sekaligus menghargai setiap perkembangan kecil dalam perjalanannya.
“Saya akan belajar untuk menjadi lebih tangguh dan menemukan keberhasilan-keberhasilan kecil,” katanya.
Dalam persaingan menuju WTA Finals 2026, Swiatek masih membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki posisinya di klasemen kualifikasi.
Ia berada di urutan kesepuluh dalam perburuan delapan tempat yang tersedia untuk turnamen penutup musim tersebut.
Tantangan Berikutnya di Babak Ketiga
Swiatek selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan antara Ashlyn Krueger dan Lanlana Tararudee pada babak ketiga Wuhan Open.
Pertandingan berikutnya menjadi kesempatan bagi Swiatek untuk melanjutkan langkahnya sekaligus mengumpulkan poin penting dalam persaingan menuju WTA Finals 2026.
Dengan pengalaman sebagai mantan petenis nomor satu dunia dan konsistensi kemenangan sepanjang musim, Swiatek memiliki modal untuk terus bersaing di turnamen WTA 1000 tersebut.
Namun, ia tetap harus melewati setiap pertandingan berikutnya demi menjaga peluang mengakhiri musim dengan tampil di antara delapan petenis putri terbaik dunia.***