Kondisi Sirkuit Circuit of the Americas (COTA) yang bergelombang ekstrem menuai kritik pedas dari sejumlah pembalap papan atas menjelang gelaran Formula 1 GP Amerika Serikat. Juara dunia Red Bull Racing, Max Verstappen, secara terbuka mengaku harus mengonsumsi obat pereda nyeri (painkillers) demi menahan rasa sakit di bagian tulang belakangnya.
Verstappen menyebut kondisi permukaan lintasan di Austin kali ini sudah dalam tingkat “tidak dapat diterima” (unacceptable) dan “di luar kendali” (out of control).
“Saya sudah menjalani beberapa kali pemindaian medis (scan), dan Anda bisa melihat bantalan sendi pada bagian bawah tulang belakang saya sudah tidak tersisa,” beber Verstappen usai harus puas mengamankan posisi start kedua dalam sesi kualifikasi.
Verstappen dan Norris Terpaksa Minum Obat Demi Mengemudi
Pembalap asal Belanda tersebut membeberkan trik ekstrem yang harus dilakukannya di dalam kokpit demi menghindari guncangan fatal saat melaju dalam kecepatan tinggi.
“Sebelum memasuki Tikungan 1 dan Tikungan 19, saya harus mengangkat tubuh saya sedikit dari kursi. Jika tidak, rasanya tidak mungkin bisa bertahan. Saya terpaksa mengonsumsi pil pereda nyeri untuk mengatasinya,” tegas Verstappen.
Senada dengan Verstappen, pembalap McLaren Lando Norris mengaku harus rutin menelan obat sakit kepala sebelum turun ke lintasan di setiap sesi.
“Tikungan 19 sangat mengerikan. Di level F1, seharusnya ada tindakan perbaikan, tapi kenyataannya tidak ada. Saya harus minum obat sakit kepala sebelum setiap sesi. Jika tidak, saya tidak bisa mengemudi dengan benar,” ungkap Norris.
Sementara itu, rekan setim Norris, Oscar Piastri, memperingatkan bahwa gelombang tajam di Tikungan 1 bisa menjadi ancaman bahaya saat manuver menyalip (overtaking) pada balapan utama. Ia bahkan mengibaratkan gelombang di titik pengereman tersebut mirip seperti “area lompatan sepeda motor motocross“.
Lewis Hamilton Beda Pendapat: “Saya 41 Tahun dan Punggung Saya Baik-baik Saja”
Menariknya, keluhan masif dari para pembalap muda justru ditanggapi santai oleh juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton. Pembalap senior tersebut menegaskan bahwa ia sama sekali tidak bermasalah dengan kontur bergelombang Sirkuit COTA.
“Banyak orang mengeluh, padahal usia saya sudah 41 tahun dan punggung saya baik-baik saja,” seloroh Hamilton.
“Sirkuit ini memang bergelombang, tapi menurut saya masih aman. Secara pribadi saya menyukai benjolan-benjolan itu karena memberikan karakter kuat pada sirkuit. Mobil jadi bergoyang dan Anda dituntut untuk terus mengoreksi kemudi. Jika jalurnya mulus sempurna, sirkuit ini justru kehilangan karakternya,” tambah pembalap asal Inggris tersebut.
Respons Bos Sirkuit COTA
Merespons gelombang kritik tersebut, Bos Sirkuit COTA, Bobby Epstein, mengklaim bahwa secara keseluruhan kondisi lintasan sebenarnya sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Namun, ia mengakui adanya kendala teknis tak terduga yang terjadi tepat di area Tikungan 1.
“Kami tentu merasa tidak nyaman dengan adanya celah cekungan di Tikungan 1. Kami baru mengetahuinya pekan ini. Masalah di Tikungan 1 itu bukan sekadar benjolan (bump), melainkan penurunan permukaan (dip). Jika hanya benjolan, kami bisa mengikisnya dalam semalam. Namun untuk bentuk cekungan (dip), tidak ada perbaikan instan yang bisa dilakukan cepat,” jelas Epstein kepada ESPN.