MALUT — Perjuangan menghadirkan gizi seimbang bagi anak-anak di pelosok negeri terus membuahkan hasil positif. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Garuda Bakti Nusantara sukses mengoperasikan dua armada laut untuk menyalurkan 2.356 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari kepada penerima manfaat di delapan desa di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Kehadiran armada laut ini menjadi secercah harapan sekaligus solusi nyata dalam memastikan kebaikan program pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat secara merata, termasuk di enam desa terluar kawasan kepulauan tersebut.
Asisten Lapangan SPPG Yayasan Garuda Bakti Nusantara, Esti Mustafa, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran penyaluran gizi yang menjangkau anak-anak sekolah hingga kelompok rentan. Dari total penerima manfaat harian, sebanyak 2.114 di antaranya merupakan pelajar dan 242 lainnya terdiri dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita (3B).
“Jumlah penerima manfaat sebanyak 2.356 orang setiap hari. Dari jumlah itu, 2.114 merupakan siswa, sedangkan 242 lainnya kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang dilayani di dua posyandu,” ujar Esti.
Senyum kebahagiaan menyelimuti 27 satuan pendidikan dari berbagai jenjang—mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga madrasah—yang rutin menerima pasokan makanan bergizi ini. Selain itu, pelayanan penuh kasih juga dirasakan kelompok ibu dan balita melalui fasilitas Posyandu di Desa Bajo dan Desa Pasimbaos, dengan jumlah porsi yang disesuaikan secara tepat demi memenuhi kebutuhan gizi harian.
Demi menjaga ketepatan waktu dan kualitas makanan, SPPG membagi rute distribusi laut secara teratur. Armada pertama dengan setia melayani Desa Tanjung Obit, Prapakanda, dan Batutaga. Sementara armada kedua bergerak menelusuri wilayah Desa Sawonakar, Prapakanda, dan Kampung Baru.
Esti menceritakan, sejak dapur SPPG beroperasi pada Januari 2026, semangat tim tak pernah surut. Kesiapan armada laut membuat pengiriman makanan ke Desa Bajo dan desa-desa terluar berjalan harmonis dan lancar, meski harus berhadapan dengan alunan ombak laut.
“Sejauh ini tidak ada kendala. Walaupun ada ombak, pengantaran tetap dilakukan dan tidak pernah dihentikan,” ungkap Esti dengan penuh semangat.
Kehadiran program MBG ini disambut antusias dan suka cita oleh para siswa serta warga setempat. Salah satu kebahagiaan mendasar yang dirasakan anak-anak adalah kesempatan menikmati aneka buah-buahan segar secara rutin. Pihak pengelola pun menyambut baik masukan dari para siswa yang menginginkan variasi menu dan buah-buahan agar penyajian makanan semakin dinamis dan menyenangkan.
Keterlaksanaan program yang menginspirasi ini ditopang oleh kerja keras 47 personel berdedikasi tinggi. Mereka baham-membahu mengelola operasional dapur, manajemen administrasi dan akuntansi, hingga pengawasan pemenuhan gizi yang terukur.
Esti berharap keberlanjutan program MBG ini terus membawa dampak positif yang besar bagi tumbuh kembang generasi penerus dan mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat serta bebas stunting di Halmahera Selatan.
“Kami berharap anak-anak terus menikmati makanan yang didistribusikan setiap hari, kebutuhan gizinya terpenuhi, dan program MBG tetap berjalan ke depannya. Kami juga berharap program ini dapat membantu mengatasi masalah stunting,” tutupnya.