JAKARTA – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengembangkan layanan ambulans udara menggunakan helikopter EC-120B Colibri untuk mendukung evakuasi pasien ketika akses melalui jalur darat terkendala. Kesiapan helikopter tersebut ditinjau Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus, di Skadron Udara 7, Selasa (27/10/2026).
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi TNI AU dan Kementerian Kesehatan dalam mendukung evakuasi medis melalui jalur udara, terutama bagi pasien yang membutuhkan akses lebih cepat menuju fasilitas kesehatan.
Helikopter EC-120B Colibri yang berada di Skadron Udara 7 Wing Udara 2.2 Grup 2 Heli dan Skadron Pendidikan 105 Wing Pendidikan 100/Terbang dikembangkan untuk mendukung pemindahan pasien melalui jalur udara.
Kehadiran ambulans udara menjadi alternatif ketika perjalanan darat menghadapi kendala. Dalam kondisi tertentu, keterbatasan akses dapat memengaruhi proses pemindahan pasien menuju fasilitas kesehatan. Dukungan transportasi udara diharapkan dapat membantu mengatasi hambatan tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, menegaskan bahwa pengembangan kemampuan ambulans udara merupakan bagian dari kontribusi TNI AU dalam pelayanan kesehatan dan misi kemanusiaan.
Kerja sama dengan Kementerian Kesehatan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan ini. Koordinasi kedua pihak diharapkan dapat mendukung pelaksanaan evakuasi medis yang efektif, aman, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Melalui pengembangan ambulans udara, TNI AU memperkuat dukungannya terhadap misi kemanusiaan, khususnya dalam membantu pemindahan pasien ketika jalur darat sulit diakses.
Peninjauan oleh Wamenkes diharapkan memperkuat koordinasi antara TNI AU dan Kementerian Kesehatan dalam mendukung layanan evakuasi medis udara. Dengan demikian, pemanfaatan helikopter untuk misi kemanusiaan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan.