Badan Gizi Nasional (BGN) melangkah lebih jauh dalam pembenahan rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan platform pasar digital (marketplace) khusus bertajuk Loka MBG. Inovasi ini dirancang untuk memangkas jalur distribusi dengan mempertemukan pengelola dapur MBG secara langsung dengan produsen bahan pangan primer, terutama para petani dan peternak.
Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa ekosistem platform Loka MBG hanya akan memfasilitasi transaksi dari wadah resmi seperti asosiasi dan koperasi. Langkah ini diambil guna menjamin transparansi serta memastikan harga jual tetap mengacu pada Harga Acuan Pemerintah (HAP).
“Kami ingin membangun marketplace khusus MBG yang kami beri nama Loka MBG. Pihak yang masuk ke dalam platform ini murni asosiasi dan koperasi peternak serta petani secara langsung. Penjualannya pun wajib menggunakan standar Harga Acuan Pemerintah,” tegas Sudaryono dalam gelaran acara Transformasi MBG 2.0.
Standardisasi Komoditas dan Larangan Merek Tertentu
Platform digital ini bakal memprioritaskan pengadaan serangkaian komoditas pangan pokok harian, meliputi: beras, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, daging kerbau, telur, ikan, hingga komoditas susu.
Kendati demikian, BGN memberlakukan aturan ketat terkait pemenuhan komoditas tersebut di mana produk bermerek program tertentu seperti Beraskita maupun Minyakita dilarang masuk ke dalam skema pengadaan Loka MBG guna menjaga keberimbangan pasar.
“Beras, tidak boleh Beraskita, minyak, tidak boleh Minyakita, kemudian daging ayam, daging sapi, daging kerbau, kemudian telur, ikan, dan susu,” ungkapnya Kepala BGN Sudaryono.
Stabilitas Harga dan Pelindung Produsen Lokal
Selain memfasilitasi logistik dapur, peluncuran Loka MBG diproyeksikan sebagai instrumen distorotif yang positif untuk menstabilkan pasokan pangan serta meredam gejolak inflasi.
Mekanisme platform memungkinkan BGN melakukan intervensi ganda:
-
Saat Harga Pasar Melonjak: Pengadaan bahan baku dapur dapat ditekan menggunakan batasan harga acuan resmi.
-
Saat Harga di Tingkat Petani Anjlok: Dapur MBG diwajibkan membeli komoditas dengan harga yang lebih layak guna melindungi kesejahteraan produsen lokal dari kerugian.
“Ketika harga di pasaran jatuh, dapur MBG harus membeli di tingkat harga yang lebih tinggi. Dengan begitu, MBG tumbuh menjadi emerging market yang mampu meredam inflasi sekaligus menjaga keseimbangan pasokan. Kita melindungi konsumen di satu sisi, sekaligus membentengi petani dan peternak lokal di sisi lainnya,” pungkas Sudaryono.