JABAR – Sehari setelah kecelakaan maut yang melibatkan truk molen di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Kota Bekasi, para korban luka-luka masih menjalani perawatan medis. Di tengah proses pemulihan tersebut, kepastian penanganan dan biaya pengobatan menjadi perhatian agar korban maupun keluarga tidak terbebani urusan administrasi.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin bersama Direktur Operasional Ariyandi mendatangi Rumah Sakit Juwita, Bekasi, Senin (2/11/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi korban yang masih dirawat sekaligus memastikan pelayanan medis dan penjaminan biaya berjalan sesuai ketentuan.
Dalam kunjungan tersebut, keduanya berdialog dengan manajemen rumah sakit mengenai perkembangan penanganan pasien. Perhatian terutama diberikan kepada korban luka-luka yang masih membutuhkan perawatan intensif setelah kecelakaan pada Minggu (1/11/2026).
Awaluddin mengatakan, perhatian utama saat ini adalah memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Menurut dia, dampak kecelakaan tersebut tidak hanya dirasakan korban yang mengalami luka, tetapi juga keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
“Prioritas kami adalah memastikan para korban yang masih menjalani perawatan mendapatkan penanganan medis dengan baik. Kami ingin memastikan kehadiran Jasa Raharja benar-benar dirasakan melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan penuh kepedulian,” ujar Awaluddin saat membesuk korban.
Selain kondisi kesehatan, kepastian penjaminan biaya perawatan juga menjadi hal penting bagi korban dan keluarga. Sebab, dalam situasi darurat setelah kecelakaan, keluarga diharapkan dapat lebih berkonsentrasi mendampingi korban tanpa harus menghadapi kendala administratif.
Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi menjelaskan, koordinasi dengan kepolisian dan fasilitas kesehatan telah dilakukan sejak kecelakaan terjadi. Langkah tersebut ditempuh untuk mempercepat pendataan serta proses verifikasi korban.
Dengan koordinasi tersebut, proses penanganan diharapkan tidak terhambat persoalan administrasi, terutama ketika korban membutuhkan tindakan medis segera. Penjaminan bagi ahli waris korban meninggal dunia juga menjadi bagian dari proses yang dikoordinasikan.
“Termasuk kunjungan kami hari ini adalah untuk memastikan korban luka-luka memperoleh jaminan biaya dan pelayanan perawatan sesuai aturan yang berlaku,” kata Ariyandi.
Penanganan terhadap para korban selanjutnya dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dalam ekosistem Danantara. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan selama menjalani proses pemulihan.
Kecelakaan truk molen di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, itu menyisakan duka bagi para korban dan keluarga. Di tengah proses penanganan pascakejadian, keselamatan pengguna jalan kembali menjadi perhatian, termasuk pentingnya meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.