JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat strategis yang menangani perekonomian Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut mempertemukan unsur kebijakan moneter, fiskal, investasi, hingga pengelolaan investasi negara.
Pejabat yang hadir di antaranya Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta COO Danantara Dony Oskaria.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi Presiden bersama jajaran tim ekonomi untuk membahas perkembangan perekonomian nasional dan langkah ke depan.
Rosan Roeslani membenarkan bahwa Presiden mengundang sejumlah pejabat ekonomi untuk mendapatkan pembaruan mengenai situasi terkini. Menurutnya, koordinasi tersebut diperlukan agar pengelolaan ekonomi Indonesia dapat berjalan lebih optimal.
“Biasalah, sama tim ekonomi kan ini. Bertemu, ya paling update. Untuk ke depannya dan biasa untuk mengamankan supaya ekonomi kita supaya lebih optimal,” ujar Rosan, Senin (2/11/2026).
Kehadiran Gubernur BI dalam pertemuan tersebut melibatkan otoritas moneter, sedangkan Menteri Keuangan mewakili unsur pengelolaan fiskal pemerintah. Sementara itu, Rosan dan Dony hadir sebagai pimpinan Danantara yang berkaitan dengan pengelolaan investasi negara.
Namun, belum ada keterangan terperinci mengenai topik spesifik maupun keputusan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara hanya menyampaikan bahwa dirinya datang memenuhi undangan rapat Presiden.
“Diundang rapat ke Istana,” kata Suahasil.
COO Danantara Dony Oskaria juga tidak memberikan penjelasan panjang mengenai agenda pembahasan. Ia menyebut kehadirannya dalam pertemuan tersebut merupakan bagian dari koordinasi.
“Koordinasi,” ucap Dony singkat.
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah kendaraan yang digunakan para pejabat saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan. Mereka datang menggunakan mobil Maung MV3 Garuda.
Pertemuan lintas sektor ini menunjukkan adanya koordinasi antara pemerintah, otoritas moneter, dan pengelola investasi negara. Meski demikian, pemerintah belum membeberkan rincian pembahasan maupun tindak lanjut yang akan diambil setelah rapat bersama Presiden Prabowo tersebut.