Jakarta – PT PGN LNG Indonesia mencatatkan kinerja positif dalam menjaga pasokan energi nasional. Hingga Triwulan III 2026, anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina tersebut telah menerima 25 kargo Liquefied Natural Gas (LNG) dengan total volume mencapai 67,24 juta MMBTU.
Dari total penerimaan tersebut, volume penyaluran gas Ex-LNG tercatat sebesar 65,01 juta MMBTU. Angka ini meningkat 34,72 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas penyaluran sekaligus upaya perusahaan menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi berbagai sektor strategis.
Direktur Utama PT PGN LNG Indonesia, Nofrizal, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kesiapan operasional perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi bersih bagi industri dan pembangkit listrik nasional.
“Penerimaan 25 kargo LNG hingga Triwulan III 2026 ini menunjukkan keandalan operasional dan upaya PGN LNG dalam memastikan kestabilan pasokan energi bersih bagi industri maupun pembangkit listrik nasional. Kami terus berupaya mengoptimalkan seluruh fasilitas pendukung agar pasokan gas bumi tetap andal, aman, dan berkelanjutan,” ujar Nofrizal.
FSRU Lampung Jadi Penopang Penyaluran LNG
Keberhasilan operasional PGN LNG didukung oleh fasilitas penyimpanan dan regasifikasi terapung atau Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung. Fasilitas tersebut beroperasi secara optimal untuk mendukung proses penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran LNG menjadi gas bumi.
Dalam menjalankan operasionalnya, FSRU Lampung menerapkan standar keselamatan Occupational Health, Safety, and Environment (OHSE) secara ketat. Komitmen terhadap keselamatan kerja tersebut ditunjukkan melalui pencapaian jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja atau Zero Lost Time Injury (LTI).
Nofrizal menjelaskan, gas hasil regasifikasi memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan energi untuk pembangkit listrik dan industri strategis. Pasokan yang terjaga juga diperlukan untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta pertumbuhan sektor industri dalam negeri.
“Pasokan gas hasil regasifikasi ini tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan energi sektor pembangkit listrik dan industri strategis, tetapi juga menjaga kontinuitas pasokan gas bumi untuk mendukung stabilitas kegiatan ekonomi, pertumbuhan industri dalam negeri, serta pengembangan solusi energi yang lebih bersih di Indonesia,” lanjut Nofrizal.
Perluas Infrastruktur untuk Dukung Hilirisasi
Selain menjaga pasokan bagi konsumen berskala besar, PGN LNG Indonesia juga terus mengembangkan infrastruktur dan layanan regasifikasi. Pengembangan tersebut mencakup pemanfaatan small-scale LNG Plant dan mini liquefaction untuk memperluas jangkauan penyediaan gas di berbagai wilayah Indonesia.
Ketersediaan gas bumi secara berkelanjutan juga menjadi salah satu faktor pendukung agenda hilirisasi nasional. Pasokan energi dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri agar produktivitas dan efisiensi operasional industri semakin meningkat.
Melalui penguatan rantai pasok LNG dan pengembangan fasilitas pendukung, PGN LNG berupaya memperluas pemerataan akses energi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Ke depan, perusahaan menyatakan kesiapan untuk mendukung agenda pemerintah dalam menjaga ketahanan energi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mempercepat transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
Pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang lebih efisien dan rendah emisi karbon diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.