WASHINGTON DC – Tabrakan antara pesawat penumpang American Airlines dan helikopter militer Black Hawk terjadi di dekat Bandara Nasional Reagan, Washington DC, pada Rabu malam (30/1) sekitar pukul 21.00 EST. Insiden ini terjadi ketika pesawat American Airlines dan helikopter Angkatan Darat AS bertabrakan di udara.
Ari Schulman, seorang saksi mata yang sedang berkendara di George Washington Parkway, menceritakan pengalamannya saat menyaksikan pesawat yang tampak terbang normal di atas permukaan air, sekitar 120 kaki. Namun, tiba-tiba pesawat tersebut berbelok tajam, dan Schulman melihat percikan api keluar dari bagian bawah pesawat. Kejadian ini berlangsung begitu cepat, dan setelah itu, dia menyaksikan kegelapan tanpa melihat pesawat lain atau helikopter di lokasi tersebut.
Ari Schulman, seorang saksi mata yang sedang berkendara di George Washington Park, menceritakan pengelamannya saat menyaksikan pesawat yang tampat terbang normal di atas permukaan air, sekitar 120 kaki. Namun, tiba-tiba pesawat tersebut berbelok tajam, dan Schulman melihat percikan api keluar dari bagian bawah pesawat. Kejadian ini berlangsung begitu cepat, dan setelah itu, semuanya gelap tanpa melihat pesawat lain atau helikopter di lokasi tersebut.
“Awalnya saya melihat pesawat itu dan terlihat baik-baik saja. Normal. Pesawat itu tepat berada di atas daratan, mungkin sekitar 120 kaki di atas air,” ujar dia, dikutip dari BBC.
“Pesawat itu terlihat seperti jet penumpang yang cukup kecil namun berukuran normal,” sambungnya.
Saksi mata lainnya, Abadi Ismail, mendengar dua dentuman keras yang terdengar seperti suara ledakan perang. Ia segera melongok dari jendelanya, namun hanya melihat asap tipis. Tim penyelamat kemudian mengarahkan cahaya di lokasi kejadian yang berada di Sungai Potomac.
Saat ini, proses evakuasi tengah berlangsung. Pesawat American Airlines yang terbelah dua jatuh ke dalam Sungai Potomac, sementara helikopter Black Hawk ditemukan terbalik di dekatnya. American Airlines mengonfirmasi bahwa ada 60 penumpang dan empat kru dalam pesawat yang terlibat, sementara tiga tentara Angkatan Darat AS berada di dalam helikopter tersebut.