VATIKAN – Kabar baik datang dari Rumah Sakit Gemelli. Kondisi kesehatan Paus Fransiskus menunjukkan tanda-tanda perbaikan meskipun masih dalam pemantauan ketat.
Menurut buletin medis terbaru yang dirilis pada 24 Februari, tidak ada krisis pernapasan baru yang terjadi, dan beberapa hasil laboratorium menunjukkan peningkatan.
Sementara itu, insufisiensi ginjal ringan yang dialami Paus tidak menimbulkan kekhawatiran berarti. Paus tetap menjalani terapi oksigen, tetapi dengan aliran dan kadar oksigen yang lebih rendah dibanding sebelumnya.
Pihak rumah sakit masih bersikap hati-hati terkait kondisi beliau. “Mengingat kompleksitas situasi kesehatan, para dokter belum dapat memberikan prognosis pasti,” demikian pernyataan resmi dari pihak medis.
Meski demikian, Paus tetap menjalankan aktivitasnya. Pagi hari beliau menerima Ekaristi, sementara sore harinya melanjutkan tugas kepausan, termasuk membaca dan menandatangani dokumen-dokumen penting.
Umat Bersatu untuk Kesembuhan Paus
Di tengah masa pemulihan ini, dukungan spiritual terus mengalir untuk Bapa Suci. Malam hari, ribuan umat, termasuk imam, biarawan, dan umat awam, berkumpul di halaman Basilika Santo Petrus.
Umat berdoa Rosario yang dipimpin oleh Kardinal Sekretaris Negara, Pietro Parolin. Dalam sambutannya, Kardinal Parolin mengingatkan bahwa sejak zaman Gereja mula-mula, umat selalu berdoa bagi pemimpin rohani mereka dalam masa-masa sulit.
“Kita menyerahkan Paus kepada Maria, khususnya dengan gelar Salus Infirmorum, agar beliau segera pulih,” ungkap Kardinal Parolin, dikutip dari Media Italia, Avvenire.
Sementara itu, Paus sendiri menunjukkan perhatian kepada komunitas yang sedang mengalami penderitaan. Beliau melakukan panggilan telepon kepada Pastor Paroki Gaza untuk menyampaikan dukungan dan rasa terima kasih atas doa dan pesan solidaritas yang dikirimkan oleh jemaat di sana.
Sumber-sumber Vatikan juga membantah rumor mengenai kemungkinan pemindahan Paus ke bagian lain dari rumah sakit. Paus Fransiskus tetap menjalani perawatan di Gemelli tanpa rencana pemindahan dalam waktu dekat.
Momen doa ini bukan hanya menjadi bukti cinta umat kepada Paus, tetapi juga sebagai pengingat akan kekuatan doa dalam menghadapi tantangan kesehatan.
Umat di seluruh dunia terus bersatu dalam doa demi kesembuhan beliau. Rangkaian doa di Vatikan akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang dengan intensi khusus bagi kesehatan Paus Fransiskus.***