JAKARTA – Debut mengejutkan pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menjadi sorotan dari keikutsertaan tim bulutangkis Indonesia di Badminton Asia Championships 2025 (BAC 2025)
Meski belum genap setahun tampil di level elite, keduanya sudah dipercaya turun di ajang prestisius sekelas BWF Super 1000.
Skuad Merah Putih, yang dipimpin oleh Gregoria Mariska Tunjung, telah meninggalkan Tanah Air menuju Ningbo, China pada Minggu dini hari (6/4/2025) dengan maskapai Cathay Pacific.
Di antara 19 pemain yang diberangkatkan, ganda campuran Jafar/Felisha menjadi salah satu debutan paling muda di tim.
“Bersyukur mendapat kepercayaan main di BAC pertama kali. Ini di luar dugaan dan ekspektasi kami bisa secepat ini,” kata Felisha kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.
Dipercepat Debutnya, Jafar/Felisha Siapkan Diri Lewat German Open dan Orleans Masters
Walau mengejutkan, kesempatan ini tak membuat mereka gugup.
Sebaliknya, Jafar dan Felisha langsung fokus mengasah performa dengan latihan intensif sejak pengumuman partisipasi mereka di BAC 2025.
Turnamen seperti German Open dan Orleans Masters menjadi wadah pemanasan penting bagi keduanya.
“Tapi kami juga mau untuk memaksimalkan kesempatan ini. Kami tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan. Semoga kami bisa mendapat hasil yang terbaik,” ujar Jafar.
“Setelah diberitahu akan main di BAC, kami terus melakukan persiapan yang intensif. Kami juga belajar di German Open dan Orleans Masters, matangkan cara dan pola bermainnya,” tambahnya lagi.
Kejuaraan Bulutangkis Asia 2025 akan berlangsung pada 8 hingga 13 April di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium.
Turnamen ini termasuk dalam kalender utama Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan setara dengan level Super 1000 dengan total hadiah mencapai USD 500.000.
Tim Indonesia menurunkan kombinasi pemain senior dan debutan dengan target meraih prestasi maksimal.***





