SLEMAN – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar di Hotel Royal Ambarukmo, Sleman, Minggu (18/5/2025).
Dalam pertemuan politik tingkat daerah ini, Bahlil menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi serta peningkatan perolehan kursi legislatif sebagai agenda prioritas. Ia juga mengapresiasi capaian kepengurusan sebelumnya di bawah Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman.
Musda Golkar DIY kali ini tidak hanya bertujuan memilih ketua baru untuk masa bakti 2025–2030, tetapi juga menyiapkan strategi besar partai di kawasan istimewa ini.
Di hadapan kader, Bahlil menyampaikan bahwa hasil yang diraih pada pemilu sebelumnya belum cukup memuaskan dan perlu ditingkatkan secara signifikan.
Ia mendorong agar keberhasilan Golkar DIY dalam menambah kursi DPRD dan memenangkan pilkada dapat dijadikan pijakan untuk mencapai hasil yang lebih besar ke depan.
“Secara target semua parpol pasti mempunyai target untuk bagaimana meningkatkan suara atau kursi dalam hal ini termasuk Golkar.”
“Selama ini Golkar DIY sudah mampu meningkatkan kursi tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Harapan kita ke depan harus bisa ditingkatkan,” tegas Bahlil dikutip daro Beritasatu, seusai membuka Musda Golkar DIY.
Komitmen itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Golkar tidak ingin berpuas diri dan terus bergerak dinamis dalam peta politik nasional.
Konsolidasi Internal
Dalam suasana penuh semangat kader, Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar DIY 2025 resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia.
Acara yang berlangsung di Sleman ini menjadi momentum strategis bagi Golkar DIY untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus merancang langkah politik lima tahun ke depan.
Bahlil memberikan apresiasi atas capaian di bawah kepemimpinan Gandung Pardiman yang berhasil menaikkan jumlah kursi DPRD provinsi dari lima menjadi enam dan menambah lima kursi di tingkat kabupaten/kota.
Selain itu, keberhasilan memenangkan empat dari lima kontestasi pilkada juga mendapat perhatian khusus. Namun, Bahlil menilai capaian itu belum final.
“Harapan kita ke depan harus bisa ditingkatkan,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya semangat progresif bagi seluruh jajaran partai.
Selain persoalan elektoral, Bahlil juga menyinggung urgensi reformasi sistem politik nasional.
Ia menyatakan bahwa Golkar tengah mengkaji ulang struktur politik yang ada agar tidak membebani demokrasi dan lebih efisien dari sisi anggaran dan tata kelola.
“Terkait dengan sistem politik kami dari Golkar sedang mengkaji, mencari formula yang tepat untuk demokrasi kita, karena kalau demokrasi terlalu mahal itu akan membuat tujuan kita dalam berbangsa dan bernegara agak sulit,” ungkap Bahlil.
Musda kali ini, lanjutnya, merupakan wadah tertinggi dalam struktur partai di daerah, bukan sekadar forum pemilihan.
Di dalamnya, digodok arah kebijakan dan garis besar program strategis yang akan dijalankan oleh pengurus baru.***