JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memulai kunjungan kenegaraan ke Thailand pada Senin (19/5), sebagai langkah memperkuat hubungan strategis Indonesia-Thailand yang telah terjalin erat selama beberapa dekade.
Kunjungan ini menandai komitmen kuat kedua negara dalam menjalin kolaborasi yang lebih intensif di bidang diplomasi, ekonomi, dan pertahanan.
Didampingi sejumlah menteri dan pejabat tinggi, Presiden Prabowo memulai agenda pentingnya dengan audiensi bersama Raja Thailand, Yang Mulia Maha Vajiralongkorn, di Istana Kerajaan Amphorn, Bangkok.
Pertemuan tersebut menjadi simbol diplomatik yang mencerminkan kepercayaan dan penghargaan tinggi antara dua negara sahabat di kawasan Asia Tenggara.
Selepas kunjungan ke istana, Prabowo dijadwalkan menghadiri upacara penyambutan resmi di Government House, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra.
Prosesi akan berlangsung secara khidmat dan penuh kehormatan, dengan iringan lagu kebangsaan kedua negara, penyambutan militer, serta perkenalan delegasi.
Kerja Sama Bilateral
Dalam siaran pers resmi yang dirilis oleh Sekretariat Presiden pada Minggu (18/5), Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Yusuf Permana menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Thailand memiliki tujuan utama untuk memperdalam kerja sama bilateral dalam berbagai sektor.
“Dalam rangka kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto ke Thailand, beliau akan melakukan serangkaian agenda penting dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Thailand,” ujar Yusuf.
Setibanya di Bangkok pada Senin pagi pukul 09.30 waktu setempat, Presiden langsung dijadwalkan melakukan audiensi dengan Raja Thailand di Istana Amphorn.
Momen ini menjadi simbol hubungan harmonis serta sinyal saling menghormati yang ditunjukkan oleh Kerajaan Thailand terhadap Republik Indonesia.
Setelah audiensi kerajaan, rombongan Presiden akan menuju Government House untuk mengikuti upacara penyambutan kenegaraan.
Acara ini akan diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara, dilanjutkan dengan inspeksi pasukan kehormatan dan perkenalan resmi antar delegasi negara.
“Upacara penyambutan resmi akan diawali dengan dikumandangkannya dua buah lagu kebangsaan dari masing-masing negara, kemudian inspeksi pasukan jajar kehormatan, kemudian diakhiri dengan perkenalan dari dua delegasi masing-masing negara,” jelas Yusuf.
Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Paetongtarn kemudian akan menggelar pertemuan bilateral, yang menjadi inti dari kunjungan ini.
Pembicaraan difokuskan pada peningkatan kerja sama strategis, mulai dari ketahanan pangan, industri pertahanan, konektivitas ekonomi, hingga diplomasi kawasan.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden akan didampingi oleh tokoh-tokoh penting, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Luar Negeri, Sekretaris Kabinet, serta Duta Besar RI untuk Thailand.
“Bapak Presiden akan didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Luar Negeri, dan juga Sekretaris Kabinet, serta Duta Besar RI di Bangkok,” tambah Yusuf.
Penguatan Kerja Sama
Sebagai bagian dari hasil konkret pertemuan bilateral, Indonesia dan Thailand dijadwalkan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang mencerminkan kesepahaman kedua belah pihak dalam meningkatkan kemitraan di berbagai sektor prioritas.
Penandatanganan MoU ini merupakan langkah maju dalam memperluas kolaborasi lintas bidang antarnegara.
Rangkaian kunjungan resmi ini akan ditutup dengan jamuan makan siang kenegaraan yang berlangsung di Government House, menandai akhir agenda Prabowo di Bangkok dengan nuansa persahabatan yang semakin hangat.
Kunjungan ini bukan hanya simbolik, tetapi juga strategis dalam membangun fondasi baru kerja sama bilateral.
Pemerintah Indonesia berharap bahwa lawatan ini menjadi momentum untuk membuka peluang-peluang ekonomi dan geopolitik baru antara Indonesia dan Thailand.***