JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dijalankan pemerintah sejak awal 2025 membawa dampak ekonomi yang terasa langsung bagi pelaku usaha kecil, termasuk perajin tempe di Jakarta Timur.
Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah pabrik tempe “Super Raos” di kawasan Kramat Jati yang kini mengalami peningkatan permintaan sejak menjadi pemasok tetap untuk dapur MBG.
Saat ini, usaha tersebut rutin menyuplai tempe ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di wilayah Matraman dan Condet, sehingga memperluas jangkauan distribusi sekaligus meningkatkan pendapatan harian.
“Alhamdulillah dengan adanya program MBG dari Pak Prabowo (Presiden RI), untuk pendapatan menambah.”
“Dan beberapa dapur MBG yang sudah berlangganan di pabrik tempe Super Raos ada di daerah Matraman satu, sama Condet satu,” kata Ijan, perajin tempe, saat diwawancara di lokasi, Jumat (24/4/2026).
Menurut Ijan, keberadaan program MBG tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi penerima seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia, tetapi juga menciptakan efek ekonomi berantai bagi para pelaku usaha kecil.
Ia menilai peningkatan permintaan dari dapur MBG menjadi peluang yang mampu menjaga stabilitas usaha sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi di tingkat mikro.
“Saya pribadi sangat terbantu, dengan adanya program MBG ini, Alhamdulillah omzet untuk pedagang seperti saya nambah,” ucapnya.
Dengan tren positif yang dirasakan selama program berlangsung, Ijan berharap keberlanjutan MBG tetap terjaga agar dampaknya semakin luas dan merata di berbagai sektor.
Ia optimistis jika program ini terus berjalan, maka tidak hanya kesejahteraan masyarakat penerima yang meningkat, tetapi juga pelaku usaha kecil dapat berkembang lebih pesat.
“Saya mengucapkan banyak banyak terima kasih atas program Bapak (Prabowo).”
“Dengan adanya program MBG ini ekonomi saya pribadi sangat terbantu. Untuk ke depannya saya masih berharap MBG dapat berjalan lancar,” tutup Ijan. ***