JAKARTA — Peluang kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Thailand dibahas Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini dan Rektor Universitas Fatoni Ismail Luthfi dalam pertemuan di Pattani, Thailand Selatan.
Pertemuan tersebut berlangsung saat Jazuli menghadiri acara Convocation atau wisuda akbar Universitas Fatoni atas undangan Ismail Luthfi. Keduanya memanfaatkan kesempatan itu untuk membicarakan kemungkinan kerja sama antara perguruan tinggi di bawah Mathla’ul Anwar dan Universitas Fatoni.
Sejumlah bidang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, antara lain kegiatan akademik, penelitian, publikasi ilmiah, serta pertukaran mahasiswa dan dosen.
“Ke depan sangat terbuka peluang kerja sama antara Universitas Mathla’ul Anwar dengan Universitas Fatoni, baik dalam bidang akademik, riset, publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, maupun bidang-bidang lainnya,” ujar Jazuli.
Dalam kesempatan itu, Jazuli juga menjelaskan secara singkat mengenai Mathla’ul Anwar. Organisasi tersebut berdiri pada 1916 dan memiliki lebih dari 3.000 madrasah serta satu perguruan tinggi, yakni Universitas Mathla’ul Anwar.
Menurut Jazuli, keberadaan perguruan tinggi tersebut menjadi salah satu ruang yang dapat digunakan untuk membahas kemungkinan kerja sama dengan Universitas Fatoni.
Selain bidang akademik, pembicaraan juga menyentuh hubungan pendidikan Islam antara Indonesia dan Thailand. Namun, belum ada rincian mengenai program yang akan dijalankan maupun waktu pelaksanaan kerja sama tersebut.
Ismail Luthfi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jazuli dalam kegiatan wisuda Universitas Fatoni. Ia juga menyatakan keinginannya untuk melanjutkan hubungan yang telah terjalin dengan Mathla’ul Anwar.
Menurut Ismail, kerja sama dapat dibahas dalam sejumlah bidang, terutama pendidikan dan dakwah Islam. Ia menyebut konsep dakwah yang dikembangkan adalah rahmatan lil alamin.
Pertemuan tersebut tidak menghasilkan rincian kesepakatan mengenai bentuk kerja sama. Pembahasan masih berada pada tahap penjajakan mengenai bidang yang memungkinkan untuk dikembangkan oleh kedua pihak.
Beberapa bidang yang disebut dalam pembicaraan meliputi pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pertukaran mahasiswa dan dosen. Pelaksanaan setiap bentuk kerja sama masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.
Jazuli diketahui telah beberapa kali menghadiri undangan Universitas Fatoni dalam berbagai kesempatan. Hubungan tersebut menjadi salah satu latar belakang pertemuan dengan Ismail dalam rangkaian kegiatan Convocation di Pattani.
Pertemuan itu kemudian membuka pembicaraan mengenai kemungkinan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Thailand. Kedua pihak masih perlu menindaklanjuti pembahasan tersebut untuk menentukan bentuk kegiatan dan mekanisme kerja sama yang akan dilakukan.




