JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melaporkan prakiraan cuaca hari ini Senin, 11 Mei 2026.
Potensi hujan lebat yang masih mengancam sejumlah wilayah di Indonesia akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis Hagupit.
Meski kekuatan Siklon Tropis Hagupit mulai menurun dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, kondisi atmosfer yang ditimbulkan masih berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan di berbagai daerah.
BMKG menjelaskan bahwa dalam 12 jam ke depan, Siklon Tropis Hagupit diprediksi melemah menjadi kategori Tropical Depression atau depresi tropis hingga berstatus low pressure area.
Sistem cuaca tersebut terpantau berada di sekitar 11 derajat Lintang Utara dan 130,9 derajat Bujur Timur dengan kecepatan angin maksimum mencapai 55 kilometer per jam serta tekanan udara sebesar 1004 hPa.
Dampak Tidak Langsung Siklon Hagupit Masih Terasa
Pergerakan Siklon Hagupit ke arah barat-barat laut ternyata masih memicu terbentuknya induksi low level jet di wilayah Samudra Pasifik utara Papua Barat.
Fenomena atmosfer itu memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari perairan utara Maluku Utara hingga wilayah utara Papua Barat.
BMKG juga memantau munculnya sirkulasi siklonik di sejumlah kawasan strategis yang berpotensi memperkuat pertumbuhan awan hujan.
Beberapa titik sirkulasi siklonik tersebut terdeteksi berada di perairan barat Kalimantan Barat, Selat Makassar, serta Samudra Pasifik utara Papua.
Kondisi itu membentuk jalur pertemuan angin atau konvergensi yang memanjang dari Selat Karimata menuju Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga Selat Makassar.
Dinamika atmosfer tersebut diperkirakan meningkatkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sepanjang wilayah terdampak.
Enam Wilayah Masuk Peringatan Hujan Lebat
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan terjadi di beberapa wilayah berikut.
- Kepulauan Bangka Belitung
Wilayah Kepulauan Bangka Belitung diprediksi mengalami peningkatan potensi hujan akibat pengaruh konvergensi angin yang berkembang di sekitar perairan barat Indonesia.
- Jawa Barat
Sebagian wilayah Jawa Barat diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari.
- Jawa Tengah
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Jawa Tengah seiring meningkatnya pertumbuhan awan hujan akibat kondisi atmosfer yang masih labil.
- Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang dipantau serius karena adanya pengaruh sirkulasi siklonik di sekitar perairan barat wilayah tersebut.
- Maluku Utara
Wilayah Maluku Utara berpotensi mengalami hujan lebat akibat aktivitas konvergensi yang memanjang dari laut sekitar kawasan tersebut.
- Maluku
Potensi hujan dengan intensitas tinggi juga diprediksi terjadi di wilayah Maluku sehingga masyarakat diminta waspada terhadap genangan hingga banjir lokal.
BMKG turut mengingatkan masyarakat di wilayah lain yang berada dalam zona kuning pada peta peringatan dini agar tetap mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat.
Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar Indonesia
- Wilayah Barat Indonesia
Hujan Disertai Petir
Kondisi hujan disertai petir diprediksi melanda Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung.
Hujan Ringan
Cuaca hujan ringan diperkirakan terjadi di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Pangkalpinang, Bengkulu, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, serta sebagian besar wilayah Kalimantan.
Berawan Tebal
Langit berawan tebal diprediksi menyelimuti Banda Aceh, Yogyakarta, dan Surabaya.
- Wilayah Timur Indonesia
Hujan Sedang
Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Mamuju dan Kendari.
Hujan Ringan
BMKG memprediksi hujan ringan mengguyur Denpasar, Manado, Palu, Makassar, Ternate, Ambon, hingga sebagian besar wilayah Papua.
Berawan Tebal
Cuaca berawan tebal diperkirakan terjadi di Kupang dan Gorontalo.
Udara Kabur
Kondisi udara kabur diprakirakan terjadi di Mataram.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun akun media sosial resmi @infobmkg guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem saat beraktivitas di luar ruangan.***