Tragedi memilukan menimpa rombongan wisatawan asal Mojokerto di Jalan Tol Ngawi-Solo KM 551+200 B, tepatnya di Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Minggu (18/10/2026) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB.
Kecelakaan maut yang melibatkan bus pariwisata Chandra Jaya dan satu unit truk Fuso tronton ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia serta 19 penumpang lainnya luka-luka.
Bus bernomor polisi S-7573-UA yang dikemudikan Eko Wahyudi tersebut mengangkut 54 orang penumpang, yang merupakan rombongan karyawan pabrik sepatu asal Mojokerto dalam perjalanan menuju Yogyakarta.
Kronologi Kejadian: Dugaan Kecepatan Tinggi dan Kurang Hati-Hati
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Ipda Agus Harianto, membeberkan kronologi insiden berdarah di jalan bebas hambatan tersebut.
Peristiwa bermula saat bus melaju kencang dari arah timur (Mojokerto) menuju ke barat (Yogyakarta). Pada saat yang sama, sebuah truk Fuso bernomor polisi B-9192-WT yang dikemudikan Yuventius Jema tengah berhenti dan terparkir di bahu jalan akibat mengalami pecah ban.
Lantaran mengemudi dalam kecepatan tinggi dan diduga tidak mampu menguasai laju kendaraan, pengemudi bus tidak sempat menghindar.
“Bus melaju kencang dan pengemudi diduga kurang hati-hati serta kehilangan kendali. Kendaraan oleng ke kiri lalu menabrak keras bagian belakang kanan truk Fuso yang sedang parkir,” terang Ipda Agus Harianto, Minggu (18/10/2026).
Daftar Korban Jiwa dan Luka-Luka
Dahsyatnya benturan menyebabkan bus mengalami kerusakan parah di bagian depan dan samping. Dari tiga korban meninggal dunia, satu orang tewas seketika di lokasi kejadian, sementara dua korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Identitas ketiga korban tewas adalah:
-
Muhammad Iskak (39) — Penumpang bus, warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
-
Yoseph Rianto (24) — Kernet truk Fuso, warga Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
-
Alfred Noo (28) — Penumpang truk Fuso, warga Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain itu, sebanyak 19 penumpang bus mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis darurat.
Pengakuan Penumpang Selamat
Salah seorang penumpang selamat, Iptariah Sa’adah, menceritakan detik-detik mencekam saat insiden terjadi. Mayoritas penumpang di dalam bus tengah terlelap tidur ketika bentrokan keras itu meletus.
“Saya baru terbangun setelah bus yang kami tumpangi mendadak menabrak truk dengan sangat keras. Kami semua panik. Akibat kecelakaan ini, saya mengalami luka di bagian kepala, kaki, dan tangan,” tuturnya pilu.
Saat ini, kasus kecelakaan maut di Tol Ngawi-Solo tersebut telah ditangani sepenuhnya oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi guna pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) lebih lanjut.