PAPUA– Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Titian Mas Yapen, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, menyesuaikan komposisi dan porsi makanan berdasarkan kebutuhan gizi masing-masing kelompok penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi hingga balita.
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli gizi yang bertugas mengawasi kandungan nutrisi, takaran porsi, serta kualitas makanan sebelum disalurkan kepada penerima manfaat.
Ketua Umum Yayasan Titian Mas Yapen, Rama Baskara Putra Erari, S.Tr.T., mengatakan pemenuhan kebutuhan gizi menjadi perhatian dalam pengelolaan dapur MBG. Sebab, setiap kelompok penerima manfaat memiliki kebutuhan nutrisi dan kalori yang berbeda.
Hal itu disampaikan Rama dalam dialog interaktif yang disiarkan LPP RRI Serui, Sabtu (31/10/2026). Dalam dialog tersebut, ia menjelaskan bahwa penyediaan makanan tidak dilakukan dengan menyamaratakan porsi, melainkan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing penerima.
“Pada dasarnya, dapur MBG memiliki tenaga ahli gizi yang memperhatikan kebutuhan makanan bagi ibu hamil, balita, bayi, maupun ibu menyusui. Porsi makanan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat, baik porsi besar maupun kecil, berdasarkan kebutuhan gizi dan kalori,” ujar Rama.
Menurut dia, keterlibatan tenaga ahli gizi menjadi bagian penting dalam memastikan makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima. Pengaturan tersebut juga memperhatikan kondisi dan tahapan pertumbuhan, terutama bagi bayi dan balita.
Sementara bagi ibu hamil dan ibu menyusui, penyediaan makanan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai kondisi masing-masing. Dengan demikian, menu yang disiapkan tidak hanya memperhatikan jumlah makanan, tetapi juga kandungan gizi di dalamnya.
Selain mengatur porsi, Yayasan Titian Mas Yapen juga memperhatikan komposisi menu yang disajikan. Setiap hidangan diupayakan mengandung unsur gizi seimbang, termasuk protein hewani, protein nabati, dan mineral.
“Untuk standar menu, kami memastikan adanya unsur protein hewani, protein nabati, serta mineral. Hal tersebut dapat dilihat dari variasi menu makanan yang disiapkan oleh dapur MBG Yayasan Titian Mas Yapen,” katanya.
Variasi bahan makanan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat. Pengawasan terhadap komposisi menu dilakukan agar makanan yang disalurkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga memperhatikan kualitas asupan gizi.
Rama berharap pengelolaan dapur MBG di Kabupaten Kepulauan Yapen dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak yang menjadi kelompok penerima perhatian dalam pemenuhan gizi.
Ia juga berharap program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga pemenuhan kebutuhan makanan bergizi bagi masyarakat dapat semakin optimal.
Melalui pengaturan porsi dan komposisi menu yang melibatkan tenaga ahli gizi, dapur MBG Yayasan Titian Mas Yapen berupaya memastikan makanan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.