JAKARTA – Dewan Gereja Sedunia (World Council of Churches/WCC) mendesak Uni Eropa untuk segera menerapkan sanksi serta embargo senjata terhadap Israel. Desakan ini disampaikan sebagai respons atas operasi militer berkepanjangan di Jalur Gaza yang dinilai telah menimbulkan penderitaan massal bagi warga sipil Palestina.
Koordinator lokal Program Pendampingan Ekumenis di Palestina dan Israel (Ecumenical Accompaniment Programme in Palestine and Israel/EAPPI) yang berafiliasi dengan WCC, Iskandar Majlton, mengaku terkejut dengan kondisi yang terjadi di wilayah tersebut.
“Dewan sangat terkejut dengan siklus kekerasan dan penderitaan yang luar biasa di Gaza,” ujar Majlton, seperti dikutip Middle East Monitor pada akhir Desember 2025.
Menurutnya, dunia saat ini tengah menyaksikan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza. Ribuan warga sipil dilaporkan tewas, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak. Hampir seluruh populasi terpaksa mengungsi, sementara kelaparan, penyakit, dan kerusakan infrastruktur meluas di berbagai wilayah.
Majlton menegaskan bahwa siklus kekerasan tersebut tidak bermula pada Oktober 2023, melainkan merupakan dampak dari pendudukan berkepanjangan, blokade ketat terhadap Gaza, serta ketidakadilan struktural yang telah berlangsung lama.
Operasi militer Israel di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023 dilaporkan telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina dan melukai ratusan ribu lainnya, berdasarkan data terkini dari otoritas kesehatan setempat. Jutaan penduduk juga terus mengalami pengungsian paksa, yang semakin memperparah krisis kemanusiaan.
Seruan dari WCC ini menambah tekanan internasional terhadap situasi di Gaza, di tengah laporan berkelanjutan mengenai tingginya korban sipil serta terhambatnya penyaluran bantuan kemanusiaan.
