Di usianya yang kini menginjak 33 tahun, Marc Marquez sadar betul bahwa posisinya sebagai penguasa MotoGP mulai diintai oleh gelombang pembalap muda yang agresif. Namun, alih-alih merasa terintimidasi, sang juara bertahan justru merespons tantangan tersebut dengan melipatgandakan porsi kerja kerasnya.
Saat menghadiri akhir pekan Formula 1 di Catalunya, Marquez sempat ditanya pendapatnya mengenai fenomena pembalap remaja F1, Kimi Antonelli, dan membandingkannya dengan para wonderkid yang kini mengacak-acak papan atas MotoGP.
“Terkadang, lebih baik kita menerimanya. Terima bahwa anak-anak muda seperti Pedro Acosta dan Fermin Aldeguer, yang berusia 10 hingga 12 tahun lebih muda, akan berdatangan. Mereka punya determinasi dan energi yang berbeda; itu adalah proses alami bagi seorang atlet,” ungkap Marc Marquez kepada Sky Italia, Selasa (16/6/2026).
“Hal ini terjadi pada semua orang. Tugas saya adalah mencoba bekerja lebih keras agar tetap sulit dikalahkan, bahkan oleh para pembalap muda itu.”
Bukti Nyata di Hungaria: Menang Sempurna Pasca-Operasi
Mentalitas baja itu sudah dibuktikannya pada seri terakhir di Sirkuit Balaton, Hungaria. Baru menjalani balapan kedua pasca-operasi bahu untuk meredakan saraf yang terjepit, Marquez sukses menyapu bersih dobel kemenangan (Sprint dan Main Race) secara sempurna dari posisi pole.
Menariknya, barisan depan start di Hungaria dikuasai oleh kombinasi Marquez, Acosta, dan Aldeguer. Sepanjang balapan, hanya Acosta yang mampu memberikan perlawanan sengit dan menempel ketat sang senior.
Kini, fokus beralih ke seri Brno, Ceko, akhir pekan ini. Kondisi fisik pembalap berjuluk The Baby Alien itu dilaporkan kian membaik.
“Saya merasa lebih baik daripada akhir pekan lalu. Kemenangan itu bagus untuk tubuh, memberikan energi positif. Selama jeda musim panas nanti, kami akan mencoba mengambil langkah maju lagi,” tutur Marquez optimistis.
Berburu Gelar Juara Dunia 2026: “Anything Can Happen”
Menatap sisa musim, Marquez saat ini masih tertahan di peringkat klasemen dengan selisih 72 poin di belakang pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, yang sempat apes terlibat kecelakaan di tikungan pertama akibat ulah rekan setimnya, Jorge Martin, di Hungaria.
Meskipun jarak poin cukup lebar, Marquez menolak untuk lempar handuk dalam perburuan takhta juara dunia 2026.
“Sebagai pembalap, saya selalu memberikan 100 persen. Setelah itu kita lihat saja, segala hal bisa terjadi,” ujarnya.
Di sisi lain, Pedro Acosta—bintang KTM yang musim depan dipastikan akan menjadi rekan setim Marquez di Ducati—kini menguntit di posisi keempat klasemen dunia setelah dua kali finis sebagai runner-up di Hungaria. Sementara Aldeguer, yang sempat absen di awal musim akibat patah tulang paha saat latihan musim dingin, perlahan mulai menemukan ritme terbaiknya di atas motor spek setahun lebih tua, GP25.