JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menilai pembelian 12 pesawat jet latih tempur M-346 dari Italia merupakan langkah strategis pemerintah dalam melanjutkan modernisasi pertahanan secara bertahap dan berkesinambungan.
Dalam konteks pembangunan kekuatan TNI AU, ia menekankan pentingnya pesawat latih tempur untuk mempersiapkan penerbang sebelum mengoperasikan pesawat generasi lebih modern. “Penguatan pertahanan tidak hanya dilakukan melalui penambahan alutsista, tetapi juga dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang akan mengoperasikannya,” kata Dave di Jakarta, Jumat (24/7/2026), dilansir Antara.
Dave menegaskan bahwa kebijakan pengadaan alutsista harus dipahami sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang menuju postur pertahanan yang kuat dan adaptif. Setiap pengadaan, menurutnya, mempertimbangkan kebutuhan operasional, kesinambungan sistem persenjataan, serta kesiapan personel agar seluruh elemen pertahanan berkembang selaras.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan mitra luar negeri yang tidak hanya sebatas pengadaan, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kompetensi SDM, penguatan pemeliharaan di dalam negeri, serta keterlibatan industri pertahanan nasional dalam rantai pasok global. “Setiap kerja sama pertahanan diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan operasional TNI, tetapi juga memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional sebagai bagian dari kepentingan strategis Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengumumkan pembelian 12 jet tempur M-346 F Block 20 buatan Leonardo, Italia, untuk digunakan sebagai pesawat latihan penerbang tempur TNI AU. Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, “Salah satu pertimbangannya adalah memenuhi kebutuhan pelatihan pilot TNI Angkatan Udara sekaligus mendukung kesiapan operasional.” Ia menambahkan, spesifikasi dan kemampuan M-346 sesuai dengan doktrin pertahanan udara yang dianut TNI.