Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bertindak cepat merespons jeritan para peternak ayam broiler mandiri yang kini berada di ambang kebangkrutan. Mentan memerintahkan jajarannya di Kementerian Pertanian untuk segera terjun langsung ke lapangan guna memetakan masalah dan mengeksekusi solusi konkret.
Instruksi tegas tersebut dikeluarkan usai para peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) memperkirakan bisnis mereka bakal gulung tikar massal dalam dua bulan ke depan jika ketimpangan harga tak kunjung diintervensi.
Amran mengonfirmasi telah memerintahkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) untuk menginvestigasi kondisi riil di tingkat peternak.
“Saya minta tadi Dirjen Peternakan supaya segera turun ke bawah (lapangan) dan memberikan solusi,” tegas Mentan Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Amran menambahkan, temuan dan data objektif dari lapangan akan menjadi fondasi utama pemerintah dalam merumuskan skema kebijakan penyelamatan yang tepat sasaran bagi peternak mandiri.
Ancaman Gulung Tikar: Rugi Rp5.000 per Ekor
Ancaman gulung tikar ini mencuat akibat efek jepit (scissors effect) yang dialami peternak: tingginya biaya pakan yang tidak sebanding dengan anjloknya harga jual ayam hidup (livebird) di pasaran.
Perwakilan peternak broiler dari Permindo, Asep Saepudin, membeberkan kondisi mencekam yang dialami para pelaku usaha kecil tersebut.
“Kalau kondisi ini dibiarkan terus tanpa intervensi, dua bulan lagi semua (peternak mandiri) gulung tikar,” ungkap Asep dalam keterangannya.
Data Permindo mencatat disparitas harga yang sangat menekan margin peternak:
-
Harga Jual Ayam Hidup: Anjlok ke kisaran Rp20.000–Rp25.000 per kg.
-
Kerugian Peternak: Menanggung rugi sekitar Rp4.000–Rp5.000 per ekor setiap kali panen.
-
Biaya Pakan Ayam: Melambung di kisaran Rp9.700–Rp10.000 per kg.
Harapan Peternak kepada Pemerintah
Guna menyambung napas operasional dan mencegah kebangkrutan massal, Permindo melayangkan dua tuntutan utama kepada pemerintah:
-
Intervensi Harga Pakan: Meminta pemerintah meredam dan menurunkan kembali harga pakan ternak ke level ideal Rp8.000–Rp8.500 per kg.
-
Penetapan Stabilitas Harga Jual: Mengerek dan menjaga batas bawah harga ayam hidup di tingkat peternak minimal Rp24.000 per kg.
Para peternak mandiri berharap respons cepat Kementan dapat segera membuahkan kepastian hukum dan stabilitas pasar, sehingga sektor perunggasan rakyat dapat bertahan di tengah tekanan ekonomi.