JAKARTA – Barcelona menghadapi ujian berat saat menjamu Atletico Madrid dalam leg kedua perempat final Liga Champions 2025/26, pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.
Dalam duel panas tersebut, insiden mengerikan menimpa gelandang muda Fermin Lopez di tengah momentum kebangkitan tim.
Pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal itu berubah mencekam setelah benturan keras antara Fermin dan kiper lawan Juan Musso memicu kepanikan di lapangan.
Insiden tersebut terjadi di babak pertama ketika Barcelona tengah tampil agresif untuk membalikkan ketertinggalan agregat, sekaligus memperbesar peluang lolos ke semifinal Liga Champions.
Fermin mencoba menyambut bola dengan sundulan terbang di dalam kotak penalti setelah peluang emas tercipta di depan gawang Atletico Madrid.
Pemain bernomor punggung 16 itu sempat mengenai bola meski arah sundulannya melebar tipis dari sasaran.
Namun sesaat setelah kontak dengan bola, wajah Fermin justru terkena hantaman kaki kiri Musso yang terangkat saat mencoba menghalau serangan.
Sepatu kiper asal Argentina itu mengenai bagian wajah Fermin dengan keras hingga membuatnya langsung terjatuh di lapangan.
Darah terlihat mengucur di atas rumput, memaksa tim medis segera masuk untuk memberikan penanganan intensif.
Siaran televisi sempat menyorot kejadian tersebut sebelum akhirnya mengalihkan gambar karena kondisi pemain yang cukup mengkhawatirkan.
Pertandingan pun sempat terhenti cukup lama demi memastikan kondisi Fermin stabil sebelum laga dilanjutkan kembali.
Menariknya, wasit tidak mengeluarkan kartu kepada Musso atas insiden yang melibatkan kontak keras tersebut.
Peristiwa itu terjadi di tengah start impresif Barcelona yang tampil menekan sejak menit awal pertandingan.
Bintang muda Lamine Yamal membuka keunggulan cepat pada menit keempat setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Atletico.
Yamal dengan tenang mencuri bola di depan kotak penalti dan menyelesaikannya dengan penyelesaian dingin melewati sela kaki kiper.
Keunggulan Barcelona kemudian bertambah lewat aksi Ferran Torres yang mencetak gol kedua pada menit ke-24 melalui tembakan kaki kiri yang terukur.
Sementara itu, kreativitas Dani Olmo turut menjadi faktor penting dalam membongkar pertahanan Atletico sepanjang awal laga.
Barcelona yang unggul 2-0 terus meningkatkan tekanan demi mencetak gol ketiga untuk menyamakan agregat.
Namun situasi berubah setelah insiden cedera Fermin yang justru memberi ruang bagi Atletico Madrid untuk keluar dari tekanan.
Momentum itu dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu melalui gol balasan yang dicetak Ademola Lookman pada menit ke-31.
Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka sekaligus menambah tekanan bagi Barcelona yang sebelumnya tertinggal agregat 0-2.
Hingga laga memasuki fase krusial, Barcelona masih harus berjuang keras untuk membalikkan keadaan demi mengamankan tiket semifinal Liga Champions.***