JAKARTA – Iran menyampaikan tanggapan atas proposal Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang pada Minggu (10/5/2026) melalui mediator Pakistan, sebagaimana dilaporkan kantor berita INA.
Mengutip Al Jazeera, tahap awal negosiasi difokuskan pada penghentian permusuhan serta menjamin keamanan maritim di Teluk dan Selat Hormuz. Iran juga menekankan isu Selat Hormuz, program nuklir, serta pencabutan sanksi sebagai bagian dari responsnya.
“Tanggapan kami berfokus pada pengakhiran perang di seluruh wilayah, terutama di Lebanon, dan menyelesaikan perbedaan dengan Washington,” kata seorang sumber resmi Iran, Senin (11/5/2026). Sumber tersebut menilai respons Teheran realistis dan positif, dengan harapan proses negosiasi dapat dipercepat.
Namun, Presiden AS Donald Trump menuduh Iran mempermainkan Washington. “Iran telah mempermainkan Amerika Serikat, dan seluruh dunia, selama 47 tahun. Mereka tidak akan tertawa lagi!” tulis Trump di Truth Social. Dua jam kemudian, ia kembali menegaskan penolakannya: “Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘Perwakilan Iran’. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima!”
Sebelumnya, Washington mengajukan proposal berisi 14 poin, termasuk syarat agar Iran tidak mengembangkan senjata nuklir dan menghentikan pengayaan uranium selama 12 tahun. Iran juga diminta menyerahkan stok uranium yang diperkaya hingga 60 persen sebanyak 440 kilogram. Sebagai imbalannya, AS berjanji mencabut sanksi secara bertahap, melepaskan aset Iran bernilai miliaran dolar, serta menghentikan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.
Perkembangan ini muncul hanya sepekan sebelum Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke China, salah satu importir terbesar minyak Iran sekaligus mitra strategis di kawasan.