JAKARTA – Timnas Iran mengakhiri perjalanan mereka di ajang Piala Dunia 2026 dengan penuh emosional setelah dipastikan gagal melangkah ke babak berikutnya akibat hasil imbang 3-3 antara Aljazair dan Austria pada laga terakhir fase grup.
Meski harus mengubur impian melanjutkan kiprah di turnamen, Tim Melli memilih meninggalkan kesan positif dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Meksiko yang telah memberikan dukungan selama mereka menjalani persiapan dan pertandingan.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram tim, Iran membagikan ilustrasi dua tangan yang saling menggenggam, masing-masing mengenakan gelang bertema Meksiko dan Iran, dengan latar stadion serta pesta kembang api sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Dalam unggahan berbahasa Spanyol tersebut, Iran menuliskan apresiasi mendalam kepada masyarakat Meksiko yang telah menerima mereka dengan tangan terbuka sepanjang turnamen berlangsung.
“Terima kasih telah membuka pintu bagi kami. Kebaikan kalian akan selalu kami kenang di hati,” dikutip USA TODAY Sports, Minggu.
Terpaksa Pindah Markas ke Meksiko
Iran sebelumnya berencana menjadikan Tucson, Arizona, Amerika Serikat, sebagai pusat latihan selama Piala Dunia.
Namun, berbagai pembatasan yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat terkait hubungan politik dengan Iran membuat Tim Melli harus memindahkan markas latihan mereka ke Tijuana, Meksiko, hanya beberapa saat sebelum kompetisi dimulai.
Keputusan tersebut justru menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi skuad asuhan Amir Ghalenoei.
Selama berada di Tijuana, Iran menggunakan fasilitas latihan milik Club Tijuana dan memperoleh sambutan hangat dari masyarakat setempat.
Dukungan Fans Meksiko Jadi Energi Tambahan
Atmosfer kebersamaan juga terlihat saat Iran menjalani pertandingan di SoFi Stadium, Los Angeles.
Banyak pendukung Meksiko hadir mengenakan jersey Club Tijuana atau Xolos sebagai bentuk solidaritas kepada Iran.
Kehadiran mereka membuat laga Iran terasa seperti bermain di kandang sendiri meski berlangsung di Amerika Serikat.
Pemain sayap Iran, Alireza Jahanbakhsh, mengaku terharu atas dukungan luar biasa yang diberikan masyarakat Meksiko sepanjang turnamen.
“Ke mana pun kami pergi, kami selalu mendengar sapaan, ‘Iran, saudara, sekarang kamu sudah menjadi orang Meksiko.’ Itu menunjukkan betapa besar kasih sayang yang mereka berikan kepada kami.”
Menurut Jahanbakhsh, keramahan warga Tijuana membuat seluruh anggota tim merasa nyaman dan seolah memiliki rumah kedua selama mengikuti Piala Dunia.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran suporter Meksiko yang rela datang langsung ke stadion memberikan motivasi besar bagi seluruh pemain untuk tampil maksimal hingga pertandingan terakhir.
Meski gagal melangkah lebih jauh di Piala Dunia, hubungan hangat antara Iran dan masyarakat Meksiko menjadi salah satu kisah paling berkesan yang lahir di luar lapangan hijau.***