Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk menyerap dan mengeksekusi cetak biru (blueprint) serta rekomendasi dari kalangan akademisi. Hal ini disampaikannya saat menutup acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (28/6/2026).
- 4 Poin Krusial Rekomendasi Kampus yang Langsung Direspons Prabowo
- 1. Jaminan Beasiswa Doktor (S3) untuk Dosen PTN & PTS
- 2. Alokasi Keuntungan BUMN untuk Pendanaan Riset
- 3. Lompatan Strategi Hilirisasi Industri
- 4. Perluasan Aliansi Global Kampus Daerah
- Jamin Kebebasan Akademik & Sentil Tanggung Jawab Kampus
- Terbuka pada Masukan: “Usul Anak Desa via TikTok Pun Saya Tindak Lanjuti”
Prabowo menilai gagasan yang dirumuskan oleh para pakar perguruan tinggi tersebut sangat realistis, masuk akal, dan krusial untuk menyempurnakan arah kebijakan nasional ke depan.
4 Poin Krusial Rekomendasi Kampus yang Langsung Direspons Prabowo
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti beberapa usulan strategis yang akan segera ditindaklanjuti oleh kabinetnya:
1. Jaminan Beasiswa Doktor (S3) untuk Dosen PTN & PTS
Pemerintah sepakat untuk memperluas dan meningkatkan alokasi anggaran beasiswa doktor. “Usul alokasi beasiswa doktor bagi dosen, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, ini usul yang sangat baik dan akan segera kita tindak lanjuti,” ujar Prabowo.
2. Alokasi Keuntungan BUMN untuk Pendanaan Riset
Terkait usulan agar BUMN menyisihkan laba demi inovasi nasional, Prabowo menyambut baik namun memberikan catatan tegas terkait kondisi internal perusahaan pelat merah.
“Ini bagus usulnya. Masalahnya BUMN-BUMN itu ada labanya nggak? Sekarang satu tahun ini sudah mulai ada laba. Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini ya kita sudah tahulah… Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan,” ungkapnya blak-blakan.
3. Lompatan Strategi Hilirisasi Industri
Prabowo mengapresiasi usulan peta jalan hilirisasi dari bahan baku menuju produk akhir bernilai tambah tinggi, salah satunya yang dicontohkan dari wilayah Bengkulu. Ia mengakui proses perpindahan ini membutuhkan usaha yang sangat besar, namun Indonesia wajib menuju ke sana.
4. Perluasan Aliansi Global Kampus Daerah
Pemerintah mendukung penuh perluasan kerja sama internasional serta pelibatan aktif kampus-kampus di daerah dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional di semua sektor.
Jamin Kebebasan Akademik & Sentil Tanggung Jawab Kampus
Di hadapan para akademisi, Kepala Negara menegaskan pentingnya menjaga iklim kebebasan akademik di lingkungan kampus. Bagi Prabowo, perbedaan pandangan dan argumen adalah hal yang sehat di dunia pendidikan tinggi, selama tujuannya demi melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa seluruh ekosistem pendidikan—baik negeri maupun swasta—memiliki tanggung jawab moral kepada rakyat karena operasional mereka disubsidi oleh negara.
Terbuka pada Masukan: “Usul Anak Desa via TikTok Pun Saya Tindak Lanjuti”
Menutup sambutannya, Prabowo memastikan seluruh dokumen usulan yang ia terima akan dipelajari secara saksama. Ia menegaskan bahwa pintu istana selalu terbuka bagi setiap kritik dan masukan konstruktif, tanpa memandang kasta sosial.
“Saya janji satu-satu akan saya perhatikan. Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau apa pun, pasti segera saya tindak lanjuti,” pungkasnya disambut tepuk tangan riuh peserta konvensi.