JAKARTA – Israel dan Hizbollah menyepakati gencatan senjata yang berlaku mulai Jumat pukul 16.00 GMT+3, menandai potensi penurunan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kesepakatan ini muncul di tengah upaya diplomatik antara Washington dan Teheran, dua hari setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman secara virtual.
Meski demikian, Gedung Putih menegaskan persiapan negosiasi teknis masih berlangsung. Kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Swiss yang semula direncanakan untuk memulai pembicaraan lanjutan ditunda, sebagaimana dilansir Hurriyet Daily News, Jumat (19/6/2026).
Di lapangan, Israel tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon. Setelah laporan empat tentara Israel tewas, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir memicu kontroversi dengan pernyataan di media sosial bahwa “seluruh Lebanon harus terbakar.”
Sementara itu, Iran menegaskan komitmennya terhadap kesepakatan dengan Washington, menekankan bahwa “garis merah” dan hak-hak rakyat Iran akan tetap dilindungi.