JAKARTA – Minum kopi menjadi salah satu aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia.
Sebagian orang mengawali pagi dengan secangkir kopi untuk meningkatkan fokus dan energi sebelum bekerja.
Di sisi lain, tidak sedikit yang lebih menikmati kopi saat sore hari sebagai teman bersantai atau mengembalikan semangat setelah menjalani aktivitas panjang.
Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: sebenarnya kapan waktu terbaik minum kopi?
Apakah pagi hari lebih baik dibandingkan sore hari, atau justru tidak ada perbedaannya?
Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa waktu mengonsumsi kopi ternyata dapat memengaruhi manfaat yang diperoleh tubuh.
Jadi, bukan hanya jumlah kopi yang diminum, tetapi juga kapan kopi tersebut dikonsumsi.
Mengapa Banyak Orang Memilih Minum Kopi di Pagi Hari?
Pagi hari menjadi waktu favorit banyak orang untuk menikmati kopi karena kandungan kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan mengurangi rasa kantuk.
Kafein bekerja dengan cara menghambat adenosin, yaitu senyawa dalam tubuh yang memicu rasa lelah.
Selain membantu meningkatkan fokus, penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal dan dikutip sejumlah media Indonesia menemukan bahwa kebiasaan minum kopi pada pagi hari dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang lebih baik dibandingkan mengonsumsi kopi sepanjang hari.
Dalam penelitian tersebut, peminum kopi pagi diketahui memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan orang yang mengonsumsi kopi di waktu lain.
Bahkan, risikonya disebut dapat menurun hingga sekitar 31 persen.
Para peneliti menduga hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.
Tubuh manusia memiliki sistem alami yang mengatur siklus tidur, hormon, hingga metabolisme. Konsumsi kafein pada waktu tertentu diduga dapat memengaruhi mekanisme tersebut.
Apakah Minum Kopi Sore Hari Buruk?
Bukan berarti minum kopi sore hari selalu berbahaya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Kafein memiliki waktu paruh sekitar beberapa jam di dalam tubuh. Artinya, sebagian kandungan kafein masih dapat bertahan cukup lama setelah dikonsumsi.
Jika seseorang minum kopi terlalu sore atau mendekati malam hari, efek stimulan dari kafein bisa mengganggu waktu tidur.
Kurangnya kualitas tidur dapat berdampak pada berbagai hal, seperti menurunnya konsentrasi, meningkatnya rasa lelah, hingga memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.
Beberapa ahli kesehatan menyarankan agar konsumsi kopi dibatasi sebelum sore menjelang malam, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan tidur.
Meski demikian, efek kopi pada setiap orang dapat berbeda. Ada orang yang masih bisa tidur nyenyak meskipun minum kopi sore hari, sementara sebagian lainnya mengalami kesulitan tidur hanya karena satu cangkir kopi.
Waktu Ideal Minum Kopi Menurut Ahli
Meski banyak orang langsung mencari kopi sesaat setelah bangun tidur, sebagian ahli justru menyarankan untuk menunggu sekitar satu hingga dua jam setelah bangun.
Saat seseorang baru bangun tidur, tubuh secara alami menghasilkan hormon kortisol yang membantu meningkatkan energi dan kewaspadaan.
Jika kopi langsung dikonsumsi saat kadar hormon ini sedang tinggi, manfaat kafein bisa menjadi kurang optimal.
Sejumlah sumber kesehatan menyebutkan bahwa rentang waktu sekitar pukul 09.30 hingga 11.00 pagi dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi sebagian orang.
Pada waktu tersebut kadar kortisol mulai menurun sehingga tubuh bisa mendapatkan manfaat kafein dengan lebih efektif.
Selain itu, ada beberapa tips agar kebiasaan minum kopi menjadi lebih sehat:
- Hindari minum kopi saat perut benar-benar kosong.
- Batasi konsumsi berlebihan.
- Kurangi tambahan gula atau krimer berlebih.
- Perbanyak konsumsi air putih.
- Hindari minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur.
Jadi, Pagi atau Sore yang Lebih Baik?
Jika melihat hasil penelitian terbaru, pagi hari tampaknya menjadi waktu yang lebih direkomendasikan untuk minum kopi.
Selain berpotensi memberikan manfaat yang lebih baik bagi kesehatan jantung, konsumsi kopi pagi juga dinilai lebih selaras dengan ritme alami tubuh.
Namun, bukan berarti kopi sore harus dihindari sepenuhnya. Pilihan waktu terbaik tetap bergantung pada kondisi tubuh, pola tidur, aktivitas harian, dan sensitivitas masing-masing orang terhadap kafein.
Pada akhirnya, menikmati kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal memahami waktu yang tepat agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal.
Secangkir kopi mungkin terlihat sederhana, tetapi cara dan waktu menikmatinya ternyata dapat memberikan pengaruh yang cukup besar bagi tubuh. (FB)