Gelombang pembersihan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto kini menjadi konsumsi internasional. Sejumlah media terkemuka dunia kompak menyoroti pencopotan Dadan Hindayana dari kursi Kepala BGN pada Selasa (2/6/2026), dengan mengaitkannya pada rentetan skandal keracunan massal hingga dugaan korupsi.
- Sorotan Tajam dari Paris hingga Singapura
- AFP (Prancis): “Indonesian president sacks head of free meal scheme”
- The Straits Times (Singapura): “Indonesia’s Prabowo sacks head of free meal scheme that sickened thousands”
- New Straits Times & The Star (Malaysia): Masalah Tata Kelola & Kekhawatiran Investor
- Dosa-Dosa Pengelolaan: Dari 11.000 Kasus Keracunan hingga Laporan ICW
Langkah berani ini dinilai mengejutkan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan proyek mercusuar senilai milyaran dolar yang menjadi senjata utama kampanye Prabowo pada Pilpres 2024 lalu.
Sorotan Tajam dari Paris hingga Singapura
Kantor berita internasional dan media-media di Asia Tenggara langsung memasang berita ini di halaman utama mereka dengan narasi yang cukup menyengat:
AFP (Prancis): “Indonesian president sacks head of free meal scheme”
Kantor berita yang berbasis di Paris ini membuka laporannya dengan kalimat menohok: Presiden Prabowo mendepak kepala badan pengelola program makan gratis karena proyek unggulan tersebut telah “tercoreng oleh kasus keracunan makanan massal dan tuduhan korupsi.” AFP mencatat, meski program ini diklaim telah menjangkau 61 juta orang per Maret, puluhan ribu anak justru dilaporkan jatuh sakit sejak diluncurkan Januari tahun lalu.
The Straits Times (Singapura): “Indonesia’s Prabowo sacks head of free meal scheme that sickened thousands”
Media Singapura ini secara blak-blakan menyoroti bahwa program ini telah “membuat ribuan orang sakit”. Mereka juga menulis bahwa para kritikus di Indonesia sebenarnya sudah lama mendesak agar program MBG dihentikan sementara akibat masalah higienitas yang buruk dan indikasi rasuah.
New Straits Times & The Star (Malaysia): Masalah Tata Kelola & Kekhawatiran Investor
New Straits Times (NST) menyoroti pencopotan ini dengan judul: “Prabowo removes head of free meals agency over governance concerns.” NST menjabarkan kekhawatiran para investor global terkait besarnya beban anggaran proyek kesejahteraan ini terhadap APBN. Proyeksi anggaran tahun ini saja dilaporkan menyusut menjadi Rp268 triliun (setara US$15 miliar) dari alokasi awal yang direncanakan sebesar Rp335 triliun.
Dosa-Dosa Pengelolaan: Dari 11.000 Kasus Keracunan hingga Laporan ICW
Sorotan dunia internasional ini diperkuat oleh fakta-fakta kelam di dalam negeri yang melatari kejatuhan Dadan Hindayana dari posisinya sebagai pendiri sekaligus kepala pertama BGN:
-
Skandal Keracunan Massal: Dalam laporannya ke DPR tahun lalu, Dadan sendiri yang mengakui bahwa program MBG telah memicu sedikitnya 11.000 kasus keracunan makanan, di mana lebih dari 600 anak di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit.
-
Dugaan Korupsi Anggaran: Bulan lalu, Indonesia Corruption Watch (ICW) resmi menyeret nama Dadan ke jalur hukum melalui laporan dugaan penyimpangan anggaran internal BGN.
-
Penggeledahan Kejagung: Situasi kian panas setelah Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor BGN, yang disebut DPR sebagai bukti bahwa Presiden Prabowo tidak main-main dalam memberantas penyelewengan.
Kini, posisi panas yang ditinggalkan Dadan resmi diambil alih oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang, yang mengemban tugas berat untuk memulihkan reputasi program MBG di mata rakyat Indonesia dan investor dunia.