Tirai misteri yang menyelimuti objek terbang tak dikenal di langit Amerika Serikat akhirnya tersingkap. Pentagon secara resmi merilis lebih dari 160 dokumen rahasia terkait laporan penampakan UFO—atau yang kini secara teknis disebut sebagai Unidentified Anomalous Phenomena (UAP).
Langkah berani ini diambil atas instruksi langsung Presiden Donald Trump yang dikeluarkan pada Februari lalu. Trump menyatakan bahwa rilis dokumen ini didorong oleh “minat masyarakat yang sangat besar” terhadap keberadaan kehidupan luar angkasa.
“Berkas-berkas yang selama ini tersembunyi di balik status klasifikasi rahasia telah memicu spekulasi bertahun-tahun. Kini, saatnya rakyat Amerika melihatnya sendiri,” tegas Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam pernyataan resmi melalui AFP, Jumat (8/5/2026).
Rekam Jejak dari 1940-an hingga Insiden “Bola Oranye” 2023
Dokumen yang dipublikasikan di situs resmi Departemen Pertahanan AS ini mencakup rentang waktu yang sangat luas:
-
Era 1947-1948: Laporan intelijen Angkatan Udara yang dulunya berstatus ‘Sangat Rahasia’ mengenai penampakan “piring terbang” yang memicu kepanikan pasca-Perang Dunia II.
-
Insiden 2023: Sebuah laporan modern yang mendokumentasikan kesaksian tiga tim agen federal secara independen. Mereka mendeskripsikan penampakan “bola oranye di langit yang meluncurkan bola merah lebih kecil” secara misterius.
Menariknya, isu UFO ini juga dibumbui ketegangan politik. Trump sempat menyindir pendahulunya, Barack Obama, yang dianggap membocorkan informasi rahasia dalam sebuah podcast viral. Saat itu, Obama menyebut bahwa fenomena tersebut “nyata”, meski ia menegaskan tidak ada alien yang disimpan di fasilitas rahasia Area 51.
Trump sendiri bersikap skeptis namun terbuka. “Saya tidak tahu apakah mereka nyata atau tidak,” ujarnya kepada wartawan.
Antara Alien dan Teknologi Musuh
Meskipun dokumen-dokumen ini memicu imajinasi publik tentang kehidupan cerdas luar angkasa, Pentagon tetap bersikap pragmatis. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang solid mengenai keberadaan alien.
Ketertarikan pemerintah AS terhadap UAP lebih didorong oleh kekhawatiran keamanan nasional. Pihak militer khawatir bahwa objek-objek “supernatural” tersebut sebenarnya adalah teknologi pengintai sangat canggih yang sedang diuji coba oleh negara lawan. Pada laporan sebelumnya di tahun 2024, Pentagon sempat menyatakan bahwa mayoritas penampakan hanyalah balon cuaca, satelit, atau pesawat mata-mata konvensional.
Namun, dengan rilisnya 160 berkas terbaru ini, perdebatan mengenai siapa sebenarnya “tamu tak diundang” di langit kita dipastikan akan kembali memanas.