GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto mengecek langsung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penyediaan layar pintar di sekolah-sekolah Gorontalo. Ia memastikan program pendidikan prioritas ini akan diperluas secara nasional.
“Bagaimana di Gorontalo, MBG sudah ada di sekolah-sekolah? Sudah? Ada yang belum? Iya, nanti yang belum dicatat ya. Segera kita tindak lanjuti. Pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita berikan MBG. Semuanya,” kata Prabowo.
Program MBG ditekankan tidak bersifat memaksa. “Yang tidak perlu tidak apa-apa. Kalau anak-anak orang kaya tidak perlu juga tidak apa-apa. Benar, iya kan? Tidak dipaksa,” ujarnya.
Terkait infrastruktur digital pendidikan, Presiden mengumumkan peningkatan signifikan. Saat ini sebagian sekolah telah menerima satu layar pintar. Mulai tahun ini, setiap sekolah akan mendapat tambahan sehingga mencapai empat layar pintar per sekolah.
“Satu. Tapi mulai tahun ini, tiap sekolah akan terima tiga tambahan. Berarti, saya berharap akhir tahun ini tiap sekolah sudah ada empat ruang kelas yang ada layar yang disebut layar pintar,” jelas Prabowo.
Layar pintar tersebut akan dimanfaatkan secara interaktif, memungkinkan penyampaian materi, silabus, serta bantuan pembelajaran secara real-time dari pusat.
“Kita bisa gunakan secara interaktif. Tahun depan kita tambah lagi. Nantinya semua ruang kelas akan punya layar-layar pintar itu,” katanya.
Fitur monitoring menjadi sorotan utama dalam program ini. Menurut Presiden, sistem tersebut memungkinkan proses pembelajaran dipantau langsung dari pusat.
“Nantinya guru-guru di tempat yang sulit bisa dibantu dari pusat. Pelajarannya, tambahan, silabusnya, bantuan-bantuan, bahan-bahan, kita bisa langsung. Waktu nyata, real time. Kita akan bisa monitor semua kelas di seluruh Indonesia. Bisa kita monitor dari Jakarta,” ungkap Presiden.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan bangsa.
“Pendidikan sangat penting untuk anak-anak kita. Kita akan bangun seluruh negara,” tegas Prabowo.
Kunjungan ke Gorontalo ini mencerminkan pendekatan terintegrasi pemerintahan Prabowo yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi kelautan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Program-program tersebut diharapkan dapat mendorong pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.