JAKARTA – Kimi Antonelli berhasil mengunci gelar juara dunia Formula 1 (F1) setelah berhasil finish ketiga pada F1 GP Meksiko 2026 di Sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez. Pada balapan yang digelar Senin (2/11/2026) dini hari WIB dimenangi oleh Max Verstappen.
Ferrari sempat mendominasi awal balapan. Charles Leclerc merebut posisi terdepan dari Lewis Hamilton pada lap pertama, sementara Verstappen naik ke posisi kedua dan Antonelli membuntuti di urutan keempat.
Persaingan berubah setelah Leclerc menerima penalti lima detik akibat pelanggaran aturan pada lap ke-13. Hukuman yang dijalani saat pit stop membuat Verstappen diuntungkan dan mengambil alih kendali di barisan depan.
Strategi pit stop sempat membawa Antonelli memimpin lomba ketika rival-rivalnya masuk pit. Namun, pebalap Mercedes itu akhirnya kembali ke posisi empat setelah menjalani pit stop pada lap ke-44.
Balapan juga diwarnai dua insiden. Red flag dikibarkan pada lap ke-45 setelah Valtteri Bottas mengalami kecelakaan, sementara insiden Arvid Lindblad pada lap ke-59 memunculkan safety car hingga lap ke-63.
Setelah balapan dilanjutkan, Hamilton berhasil merebut posisi kedua dari Leclerc. Antonelli kemudian menunjukkan performa impresif dengan menyalip Leclerc pada lap ke-48 untuk mengamankan posisi podium.
Hingga garis finis, Verstappen sukses mempertahankan keunggulan atas Hamilton dan mencatat kemenangan ketiganya sepanjang musim 2026. Hamilton finis kedua, sedangkan Antonelli melengkapi podium di posisi ketiga.
Hasil tersebut cukup bagi Antonelli untuk mengunci gelar juara dunia Formula 1 2026. Pebalap Italia berusia 20 tahun itu mengoleksi 380 poin dan sudah tidak mungkin dikejar Hamilton yang berada di peringkat kedua klasemen dengan 259 poin, meski masih tersisa empat seri.
Keberhasilan itu sekaligus mengantar Antonelli mencetak sejarah sebagai juara dunia F1 termuda pada usia 20 tahun 68 hari, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Sebastian Vettel. Ia juga menjadi pebalap Italia pertama yang meraih gelar juara dunia dalam 73 tahun terakhir, mengikuti jejak Giuseppe Farina dan Alberto Ascari.