JAKARTA – Laga krusial Liga Inggris antara West Ham United melawan Arsenal, Minggu (10/5/2026) malam di London Stadium berakhir dengan kontroversi setelah gol penyeimbang di menit akhir dianulir melalui proses VAR yang panjang dan memicu perdebatan luas.
West Ham harus menelan kekalahan tipis 0-1 akibat gol Leandro Trossard, hasil yang memperburuk posisi mereka dalam persaingan menghindari degradasi di papan bawah klasemen.
Tim asuhan Nuno Espirito Santo kini tertahan di peringkat ke-18 dan terpaut satu poin dari Tottenham Hotspur yang masih memiliki satu laga tunda serta jadwal yang relatif lebih menguntungkan.
Momentum dramatis sempat terjadi saat Callum Wilson mencetak gol di masa injury time yang terlihat sah melewati garis gawang meski mendapat tekanan dari Declan Rice.
Namun harapan publik tuan rumah pupus setelah VAR menganulir gol tersebut dengan alasan pelanggaran yang dilakukan Pablo terhadap kiper Arsenal, David Raya.
Insiden di kotak enam yard tersebut berlangsung kacau dengan banyak kontak fisik, tarik-menarik, dan pemain yang terjatuh dalam situasi yang menyerupai duel gulat.
Proses peninjauan VAR berlangsung lebih dari empat menit dengan wasit Chris Kavanagh meninjau ulang tayangan hingga 17 kali sebelum mengambil keputusan final.
Nuno Espirito Santo tidak secara langsung menyalahkan keputusan tersebut, namun menyoroti ketidakjelasan dan inkonsistensi aturan set-piece yang dinilai membingungkan semua pihak.
“Mereka harus menyelesaikan ini dan memberikan penjelasan yang jelas kepada klub, karena terkadang situasi yang sama bisa dianggap pelanggaran, terkadang tidak,” ujar Nuno seperti dilansir Evening Standard, Senin.
Ia menambahkan bahwa kebingungan tidak hanya dirasakan pemain dan pelatih, tetapi juga tampak terjadi pada perangkat pertandingan.
“Semua orang bingung, hari ini kami kecewa dan sedih,” lanjutnya menegaskan.
Nuno juga menilai bahwa praktik blok, tarikan, dan kontak fisik dalam situasi bola mati sudah menjadi hal umum di Premier League tanpa batasan yang tegas.
“Sulit menentukan mana pelanggaran dan mana bukan, bahkan saya rasa wasit pun terkadang bingung,” ucapnya.
Di sisi lain, manajer Arsenal Mikel Arteta justru membela keputusan VAR dan menyebut hasil akhir sebagai keputusan yang tepat dan berani.
Arteta bahkan sejak awal proses review sudah meyakini bahwa gol tersebut seharusnya tidak disahkan.
“Ini keputusan yang konsisten dengan standar sepanjang musim dan saya harus memuji wasit karena memberi waktu untuk memastikan keputusan yang benar,” kata Arteta.
Menurutnya, tayangan ulang menunjukkan adanya pelanggaran yang cukup jelas sehingga gol memang layak dianulir.
Situasi di stadion sempat memanas dengan sorakan keras dari suporter West Ham saat keputusan diumumkan oleh wasit.
Arteta mengakui tekanan besar yang dihadapi wasit dalam momen tersebut, mengingat keputusan itu berpotensi menentukan nasib dua klub besar.
“Hari ini saya semakin menyadari betapa sulitnya tugas wasit karena satu keputusan bisa mengubah arah musim,” ujarnya.
Atmosfer tegang di stadion mencerminkan betapa krusialnya pertandingan tersebut bagi kedua tim yang memiliki target berbeda di akhir musim.***



