JAKARTA – Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) memastikan Timnas Iran akan tetap ambil bagian dalam Piala Dunia 2026 dengan syarat seluruh tuntutan mereka dipenuhi oleh negara tuan rumah yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kepastian tersebut disampaikan langsung melalui pernyataan resmi FFIRI di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.
Dalam pernyataannya, FFIRI menegaskan bahwa keikutsertaan Iran tidak bisa dilepaskan dari penghormatan terhadap nilai, budaya, serta keyakinan nasional yang mereka junjung tinggi.
“Kami pasti akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026, tetapi tuan rumah harus memperhatikan kekhawatiran kami,” tulis FFIRI dalam laman resminya, dilansir USA Today Sports, Senin (11/5/2026).
Federasi juga menegaskan bahwa tidak ada kekuatan eksternal yang dapat menghalangi Iran tampil di turnamen yang telah mereka raih melalui kualifikasi secara sah.
Presiden FFIRI, Mehdi Taj, mengungkapkan bahwa Iran telah mengajukan sedikitnya sepuluh syarat penting demi memastikan kelancaran partisipasi mereka di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Salah satu tuntutan utama adalah jaminan pemberian visa tanpa hambatan bagi seluruh pemain dan staf pelatih, termasuk mereka yang memiliki latar belakang pernah bertugas di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Nama-nama seperti Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi disebut secara khusus dalam konteks ini karena keterkaitan mereka dengan institusi militer elit Iran tersebut.
Taj sebelumnya diketahui sempat ditolak masuk ke Kanada saat menghadiri Kongres FIFA akibat riwayat keterlibatannya dengan IRGC yang oleh Amerika Serikat dan Kanada dikategorikan sebagai organisasi teroris.
Selain persoalan visa, Iran juga menuntut pengakuan penuh terhadap simbol negara seperti bendera dan lagu kebangsaan serta jaminan keamanan maksimal selama turnamen berlangsung.
Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, Presiden FIFA Gianni Infantino tetap menyatakan optimisme bahwa Iran akan tetap tampil di Piala Dunia 2026.
“Iran akan berada di Piala Dunia,” ujar Infantino dalam wawancara dengan AFP, meski konflik di kawasan Timur Tengah masih berlangsung.
Secara teknis, Timnas Iran dijadwalkan akan bermarkas di Tucson, Arizona, sebagai base camp selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat.
Iran akan memulai laga perdananya melawan Selandia Baru pada 15 Juni 2026 di Los Angeles.
Selanjutnya, Team Melli dijadwalkan menghadapi Belgia di Los Angeles dan Mesir di Seattle dalam fase grup.
Situasi ini menjadikan Iran sebagai salah satu tim dengan latar belakang politik paling kompleks menjelang Piala Dunia 2026, sekaligus menambah dimensi non-teknis dalam turnamen tersebut.***