JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi melakukan penyegaran di jajaran pimpinan dengan melantik sejumlah pejabat tinggi baru, Jumat (24/7/2026). Salah satu posisi yang menjadi sorotan adalah pengangkatan **Kuntadi** sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), menggantikan Febrie Adriansyah yang sebelumnya terseret perkara dugaan korupsi.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta. Pergantian pucuk pimpinan bidang tindak pidana khusus dinilai menjadi momentum penting bagi Kejagung untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan penanganan perkara korupsi strategis tetap berjalan.
Selain Kuntadi, Jaksa Agung juga melantik Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung bersama sejumlah pejabat eselon I lainnya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto atas usulan Jaksa Agung.
Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi organisasi Korps Adhyaksa untuk memperkuat kinerja lembaga penegak hukum di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap berbagai perkara besar yang sedang ditangani Kejaksaan.
Kuntadi Isi Posisi Strategis Jampidsus
Penunjukan Kuntadi sebagai Jampidsus menjadi salah satu keputusan paling disorot dalam pelantikan tersebut. Posisi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus merupakan ujung tombak Kejaksaan Agung dalam menangani perkara korupsi bernilai besar, tindak pidana pencucian uang, hingga kejahatan ekonomi yang menjadi perhatian nasional.
Pergantian ini juga menandai dimulainya babak baru di Direktorat Tindak Pidana Khusus, dengan harapan proses penegakan hukum tetap berjalan profesional, independen, dan konsisten.
Asep Nana: Amanah Baru Harus Dijalankan dengan Penuh Tanggung Jawab
Usai pelantikan, Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana menegaskan bahwa jabatan yang baru diembannya merupakan amanah besar yang harus diwujudkan melalui pelaksanaan seluruh kebijakan strategis yang telah digariskan Jaksa Agung.
“Tentu saja ini membawa banyak hal, terutama bagi kami pejabat baru yang dilantik untuk melaksanakan berbagai arah kebijakan yang ditetapkan Pak Jaksa Agung,” kata Asep Nana kepada wartawan.
Menurutnya, tantangan penegakan hukum ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja sama yang solid di seluruh lini Kejaksaan.
Ia mengatakan seluruh pejabat baru mendapat arahan untuk memperkuat koordinasi, baik di lingkungan internal maupun dengan berbagai lembaga penegak hukum lainnya.
“Kami diminta oleh beliau (Jaksa Agung) untuk terus melakukan sinergitas, koordinasi antarlintas bidang, termasuk di internal kami untuk pelaksanaan tugas-tugas ke depan,” ujarnya.
Kepercayaan Publik Jadi Tantangan Utama
Asep mengakui ekspektasi masyarakat terhadap institusi Kejaksaan saat ini sangat tinggi. Karena itu, jajaran pimpinan yang baru dilantik berkomitmen menjaga profesionalisme sekaligus menghadirkan penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga berorientasi pada keadilan.
Menurutnya, keberhasilan Kejaksaan tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang ditangani, tetapi juga dari kemampuan institusi memberikan kepastian hukum serta pelayanan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami memohon dukungan dan doa dari teman-teman media serta masyarakat terhadap tugas-tugas ke depan yang kami hemat semakin berat. Kami ingin terus menciptakan penegakan hukum yang di satu sisi tegas, namun pada sisi lain juga humanis dalam rangka memberikan pelayanan hukum yang baik pada masyarakat,” tuturnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa kepemimpinan baru di Kejaksaan Agung akan berupaya menjaga keseimbangan antara penindakan hukum yang keras terhadap pelaku kejahatan dengan pendekatan pelayanan publik yang lebih baik.
Daftar Lengkap Pejabat Kejagung yang Dilantik
Dalam pelantikan yang berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik enam pejabat tinggi, yakni:
- Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung.
- Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
- Leonard Ebenezer Simanjuntak sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum).
- Harli Siregar sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung.
- Patris Yusrian Jaya sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
- Hermon Dekristo sebagai Staf Ahli Bidang Politik, Keamanan, dan Penegakan Hukum Kejaksaan Agung.
Penyegaran ini diharapkan memperkuat konsolidasi internal Kejaksaan Agung sekaligus memastikan agenda pemberantasan korupsi dan penegakan hukum tetap berjalan optimal di bawah kepemimpinan para pejabat yang baru dilantik.