JAKARTA – Jarred Vanderbilt mulai mendapatkan kesempatan bermain bersama Los Angeles Lakers setelah sebelumnya santer dikabarkan masuk daftar pemain yang berpotensi dilepas menjelang NBA 2026-2027.
Lakers sempat berupaya memasukkan Vanderbilt dalam skema pertukaran pemain, tetapi tidak menemukan kesepakatan hingga batas akhir pembentukan roster.
Setelah sempat lebih banyak duduk di bangku cadangan, forward berusia 27 tahun itu kini mulai dipercaya tampil dalam rotasi tim.
Kontribusi utamanya terlihat melalui kemampuan merebut rebound, memperkuat pertahanan, dan meningkatkan agresivitas permainan Lakers.
Dalam wawancara dengan Khobi Price dari The California Post, Vanderbilt mengungkapkan aspek permainan yang bisa menjadi keunggulannya.
“Kontribusi saya terutama dalam hal rebound dan kekuatan fisik, baik melalui box out, mengamankan bola pantul, maupun menyelesaikan penguasaan bola,” ujar Vanderbilt seperti dilansir Sport Illustrated, Senin (2/11/2026).
“Saya juga bisa membantu melalui offensive rebound dan memberikan tekanan ke area ring. Kedua aspek tersebut merupakan bagian permainan yang bisa saya maksimalkan,” tambahnya.
Kehadiran Vanderbilt menjadi penting karena Lakers masih menghadapi persoalan dalam penguasaan bola pantul.
Lakers sebelumnya mendatangkan center Kevon Looney, pemilik tiga gelar juara NBA, tetapi sang pemain belum mendapatkan peran signifikan dan tidak tampil dalam dua pertandingan terakhir yang dibahas dalam laporan tersebut.
Vanderbilt justru memperoleh kesempatan bermain dengan rata-rata 17 menit dan lima rebound per pertandingan dalam periode tersebut.
Padahal, Lakers tercatat berada di posisi terbawah NBA dengan rata-rata hanya 39,2 rebound per pertandingan.
Vanderbilt juga menilai semangat merebut rebound bisa mendorong seluruh pemain meningkatkan intensitas permainan.
“Semangat itu bisa menular ketika semua pemain mulai melakukan box out. Tidak ada pemain yang ingin menjadi satu-satunya orang yang gagal menghalangi lawan hingga membiarkan mereka mendapatkan rebound,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kehadirannya turut mendorong Quentin Grimes, Collin Sexton, dan Jake LaRavia bermain lebih agresif.
Situasi ini menjadi perkembangan positif bagi Vanderbilt yang sebelumnya sempat terancam meninggalkan Lakers.
Dengan kemampuan bertahan, kekuatan fisik, dan kontribusi rebound, ia berpeluang mempertahankan tempat dalam rotasi serta membantu Lakers memperbaiki kelemahan mereka sepanjang NBA 2026-2027.***