JAKARTA – Mikel Arteta memberikan apresiasi kepada Liverpool meski Arsenal berhasil membawa pulang kemenangan 1-0 dari Anfield dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu.
Hasil tersebut terasa istimewa bagi Arsenal karena mereka mampu mengakhiri penantian selama 14 tahun untuk meraih kemenangan di markas Liverpool.
Gol Kai Havertz menjadi penentu keberhasilan The Gunners mengamankan tiga poin sekaligus memperkuat posisi mereka di puncak klasemen sementara Premier League.
Namun, bukan hanya kemenangan yang menjadi perhatian, melainkan juga keberhasilan Arsenal membuat Liverpool gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di kandang sendiri.
Rekor Liverpool yang Tidak Biasa
Berdasarkan catatan Opta, seperti dilansir Evening Standard, Senin (2/11/2026), Liverpool untuk pertama kalinya sejak pencatatan statistik tersebut dimulai pada 2003 tidak mampu menghasilkan tembakan tepat sasaran dalam pertandingan kandang.
Artinya, Arsenal berhasil membatasi ancaman tuan rumah sepanjang pertandingan, meskipun Liverpool tetap memberikan tekanan dan beberapa kali memperoleh peluang untuk melepaskan tembakan.
Arteta mengaku terkesan dengan pencapaian tersebut, tetapi menegaskan bahwa pertandingan melawan Liverpool sama sekali tidak berjalan mudah.
Pelatih asal Spanyol itu juga memberikan penghormatan kepada Andoni Iraola atas kualitas permainan dan organisasi tim yang ditampilkan Liverpool.
“Saya ingin memberikan apresiasi kepada Liverpool atas cara mereka bermain dan bagaimana mereka mengatur permainan,” kata Arteta.
“Kepada Andoni dan apa yang sedang mereka kerjakan, karena mereka adalah tim papan atas dan sangat sulit untuk dihadapi.”
Arteta menilai kemenangan di Anfield memiliki nilai lebih karena Liverpool merupakan lawan dengan kualitas permainan dan kemampuan menyerang yang sangat baik.
“Itulah mengapa menurut saya kemenangan di sini pantas mendapatkan apresiasi lebih besar lagi,” ujarnya.
“Saya tidak mengetahui statistik tersebut sebelumnya, tetapi itu sungguh luar biasa.”
Meski demikian, Arteta mengakui para pemain Arsenal harus bekerja keras untuk menjaga pertahanan karena Liverpool beberapa kali memiliki kesempatan untuk melepaskan tembakan.
“Sejujurnya, di lapangan pertandingan tidak terasa seperti itu karena perbedaannya sangat tipis ketika mereka mendapatkan kesempatan menembak,” tutur Arteta.
“Mereka adalah tim yang sering melepaskan tembakan, sehingga kami harus sangat baik dalam melakukan blok dan menutup ruang agar mereka tidak bisa masuk ke area tersebut.”
Liverpool Protes Keputusan Penalti
Kemenangan Arsenal juga diwarnai sejumlah kontroversi terkait keputusan wasit yang dipertanyakan kubu Liverpool.
Iraola menilai timnya semestinya memperoleh dua hadiah penalti dalam pertandingan tersebut.
Insiden pertama melibatkan Jurrien Timber yang terlihat menarik kaus Alexander Isak ketika penyerang Liverpool itu berusaha menyambut bola dengan sundulan.
Sementara itu, insiden lainnya terjadi ketika winger Christos Tzolis dituding melakukan tarikan terhadap Cody Gakpo.
Liverpool tidak mendapatkan hadiah penalti dari kedua kejadian tersebut sehingga Arsenal mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Arsenal Bangkit Setelah Tersingkir dari Carabao Cup
Kemenangan di Anfield sekaligus menjadi respons penting Arsenal setelah mengalami hasil mengejutkan di Carabao Cup.
The Gunners sebelumnya tersingkir pada babak 16 besar setelah dikalahkan Fleetwood Town, klub dari kasta keempat sepak bola Inggris, melalui adu penalti.
Hasil positif melawan Liverpool menjadi modal berharga bagi Arsenal untuk kembali menjaga konsistensi dalam persaingan kompetisi domestik.
Selanjutnya, Arsenal dijadwalkan menghadapi Slavia Praha dalam pertandingan Liga Champions.
Arteta tentu berharap performa disiplin di Anfield dapat dipertahankan ketika timnya kembali menjalani persaingan di level Eropa.***