JAKARTA – Setelah menyelesaikan sesi lari, banyak orang cenderung langsung duduk untuk beristirahat. Padahal, kebiasaan ini justru bisa berdampak negatif bagi tubuh. Napas yang masih tersengal dan kaki yang pegal memang menggoda untuk segera duduk, namun tindakan tersebut bisa memicu rasa pusing, lemas, hingga memperlambat pemulihan otot.
Faktanya, duduk seketika setelah berlari dapat mengganggu aliran darah dan memperbesar risiko cedera. “Langsung duduk setelah melakukan aktivitas berat seperti lari bisa mengganggu aliran darah hingga memperlambat pemulihan otot,” tulis laporan Only My Health yang dikutip Juni 2025.
Berikut ini lima alasan mengapa duduk setelah lari sebaiknya dihindari:
1. Mengganggu Sirkulasi Darah
Saat berlari, otot kaki membantu memompa darah kembali ke jantung. Jika langsung duduk, kontraksi otot berhenti dan darah bisa menggenang di kaki. Kondisi ini meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dan berpotensi menyebabkan pusing hingga pingsan.
2. Menurunkan Fleksibilitas Otot
Otot-otot seperti hamstring dan fleksor pinggul bekerja keras selama lari. Tanpa peregangan, otot-otot ini bisa menjadi kaku dan menurunkan kelenturan tubuh. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi postur dan mobilitas.
3. Memicu Nyeri dan Kekakuan
Langsung duduk setelah lari membuat otot tetap dalam kondisi tegang tanpa kesempatan untuk rileks. Akibatnya, nyeri, pegal, atau bahkan kram bisa muncul keesokan harinya.
4. Memperlambat Pemulihan
Pendinginan membantu mengeluarkan sisa metabolisme seperti asam laktat. Jika aliran darah melambat karena duduk, proses ini terganggu dan pemulihan tubuh jadi lebih lama.
5. Memperparah Varises
Duduk setelah lari meningkatkan tekanan di kaki dan memperburuk kondisi pembuluh darah, terutama bagi yang memiliki kecenderungan varises. Darah yang menggenang bisa membuat varises makin menonjol dan terasa nyeri.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Lari?
Agar tubuh pulih optimal dan terhindar dari cedera, berikut langkah-langkah yang disarankan:
- Cool down: Jalan santai selama 5–10 menit untuk menurunkan detak jantung secara bertahap.
- Stretching: Lakukan peregangan otot utama seperti paha, betis, dan punggung untuk mencegah kekakuan.
- Rehidrasi: Minum air putih atau cairan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
- Isi energi: Konsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat dan protein dalam 30–60 menit setelah lari.
- Istirahat cukup: Tidur dan jeda antar sesi olahraga penting untuk pemulihan otot.
Dengan memahami pentingnya fase pemulihan, kamu bisa menjaga performa olahraga tetap optimal dan menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan.